Perbankan

BRI Raup Laba Bersih Rp15,98 Triliun di Kuartal I 2024, Ini Penopangnya

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) mencatatkan laba bersih secara konsolidasi hingga kuartal I 2024 sebesar Rp15,98 triliun atau tumbuh 2,69 persen secara year on year (yoy) atau tahunan.

“Pencapaian tersebut membuat BRI tetap optimistis dengan kinerja kedepan dan akan lebih fokus terhadap tantangan domestik perseroan melihat kondisi ekonomi nasional saat memiliki daya tahan terhadap stabilitas ekonomi global,” ujar Wakil Direktur Utama BRI Catur Budi Harto dalam Paparan Kinerja Kuartal I 2024, Kamis, 25 April 2024.

Pertumbuhan laba tersebut utamanya ditopang oleh pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) yang meningkat 9,68 persen yoy menjadi Rp35,95 triliun.

Baca juga: Libur Lebaran 2024, BRI Catat Setoran Tunai ATM Meningkat 24,5 Persen

Dari sisi intermediasi, BRI telah menyalurkan kredit sebesar Rp1.308,6 triliun pada kuartal I 2024, tumbuh 10,89 persen yoy. Adapun mayoritas kredit didominasi oleh kredit UMKM yang tercatat sebesar Rp1.089,41 triliun atau sebesar 83,25 persen.

BRI juga mencatat kualitas kredit yang terjaga dengan rasio kredit bermasalah atau non performing loan (NPL) sebesar 3,11persen per Maret 2024. Dan NPL coverage sebesar 214,26 persen.

Dari penghimpunan dana, BRI meraup dana pihak ketiga (DPK) Rp1.416,21 triliun pada tiga bulan pertama 2024, naik 12,8 persen yoy. Dana murah atau current account saving account (CASA) juga naik 7,8 persen yoy menjadi Rp873,29 triliun.

Baca juga: Gandeng Bank BRI, BPKH Distribusikan Uang Saku Jemaah Haji Rp665 Miliar

Adapun aset bank berkode saham BBRI ini naik 9,11 persen yoy menjadi Rp1.989,07 triliun pada kuartal I 2024.

Kemudian, rasio pinjaman terhadap simpanan atau loan to deposit ratio (LDR) BRI sebesar 83,28 persen per tiga bulan pertama tahun ini. Dengan CAR (Capital Adequacy Ratio) sebesar 23,97 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Gebyar Ramadan Keuangan (GERAK) Syariah 2026 menghimpun dana sebesar Rp 6,83 triliun

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat pelaksanaan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) 2026 berhasil menghimpun… Read More

5 hours ago

Catat! Ini Jadwal Pembagian Dividen WOM Finance

Poin Penting WOM Finance menetapkan pembagian dividen tunai maksimal 30 persen dari laba bersih 2025,… Read More

11 hours ago

Free Float 15 Persen Mulai Berlaku, Banyak Emiten yang Terancam Delisting?

Poin Penting BEI dan Kustodian Sentral Efek Indonesia resmi mengumumkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi… Read More

11 hours ago

DPR Minta Bank Sumut Tingkatkan Penyaluran Kredit UMKM

Poin Penting DPR menyoroti perlunya kebijakan kredit yang lebih berpihak pada masyarakat, terutama pelaku UMKM… Read More

13 hours ago

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

23 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

23 hours ago