News Update

BRI Raih Top 20 Financial Institution Awards 2020

Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mengulang prestasi tahun lalu dengan meraih anugerah penghargaan Top 20 Financial Institution Awards 2020 dari The Finance. Bank spesialis kredit UMKM ini mencatat nilai total 90,83.

Pada rating ini penilaian untuk melihat pertumbuhan kinerja bank berdasarkan pada laporan keuangan tiga periode terakhir, yakni Juni 2018, Juni 2019, dan Juni 2020. Profil manajemen risiko dan peringkat good corporate governance (GCG) menggunakan data 2019. 

Kemudian, untuk rasio-rasio penting, hanya menggunakan data Juni 2020. Khusus untuk aspek pertumbuhan laba, rating ini mensyaratkan bank-bank yang bisa diikutsertakan dalam rating hanya bank-bank yang labanya tumbuh dari positif ke positif serta berpredikat “sangat bagus” pada rating bank 2020 versi Infobank. 

Kemampuan BRI dalam mendukung segmen usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) yang sangat masif untuk naik kelas tetap dijalankan dengan prinsip kehati-hatian dan GCG yang sangat baik. Hal ini membuat kinerja keuangan bank yang dipimpin oleh Sunarso ini relatif tetap stabil, kendati khusus untuk tahun ini terimbas pandemi Covid-19. 

Dalam ajang The Finance Top 20 Financial Awards 2020 ini, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo juga terpilih sebagai Best CFO atas kinerjanya menggawangi keuangan Bank BRI. Tahun lalu, bankir jebolan Investment Banking Emory University, USA dan Universitas Brawijaya ini juga berhasil terpilih sebagai salah satu Best CFO dari bank BUKU 4.

Per Juni 2020, bank berkode saham BBRI ini mencatat perolehan laba bersih konsolidasian sebesar Rp10,2 triliun. Angka tersebut turun 37% dibandingkan dengan periode sama tahun lalu yang senilai Rp16,16 triliun. Kendati demikian, perseroan masih mampu memcatatkan kenaikan penyaluran kredit sebesar 5,23% menjadi Rp922,97 triliun secara konsolidasi.

Terkait kinerja laba, Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo mengungkapkan, penurunan laba tersebut lebih disebabkan untuk penyelamatan UMKM akibat pandemi Covid-19 sehingga menggerus pendapatan bunga.

“Penurunan ini upaya kita untuk penyelamatan UMKM berupa restrukturisasi dan juga kita melakukan intensif penurunan suku bunga. Dengan adanya restrukturisasi dampaknya terlambat atau tidak diterimanya pendapatan bunga,” terangnya beberapa waktu lalu. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

KB Bank Syariah Kenalkan Kantor Cabang Baru

PT Bank KB Bukopin Syariah (KB Bank Syariah) menggelar berbagai rangkaian acara untuk mengenalkan kantor… Read More

2 hours ago

Fokus Garap Perumahan, BSN Bidik Pembiayaan 2026 Tumbuh 20 Persen

Poin Penting BSN tetap menjadikan pembiayaan perumahan sebagai core bisnis di tengah ketidakpastian global Pada… Read More

3 hours ago

Indeks INFOBANK15 Menguat di Tengah Pelemahan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup turun 0,46 persen ke level 8.951,01, namun mayoritas indeks domestik masih… Read More

4 hours ago

BPKH Akui Masih Hadapi Kendala Investasi Emas dalam Pengelolaan Dana Haji

Poin Penting Investasi emas BPKH masih terbatas karena belum adanya pasar emas korporasi di Indonesia,… Read More

4 hours ago

Deretan Saham Pemberat IHSG Sepekan, Ada BBCA, AMMN, hingga GOTO

Poin Penting IHSG melemah pekan ini sebesar 1,37 persen ke level 8.951,01, seiring turunnya kapitalisasi pasar… Read More

4 hours ago

IHSG Sepekan Terkoreksi 1,37 Persen, Kapitalisasi Pasar Jadi Rp16.244 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 1,37 persen persen pada pekan 19–23 Januari 2026 ke level 8.951,01, seiring kapitalisasi… Read More

6 hours ago