Jakarta — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali mendapat sertifikasi ISO 27001 setelah berhasil mendapat sertifikasi yang sama untuk Big Data pada tahun lalu. Kali ini, Bank BRI berhasil kembali mendapatkan ISO 27001 untuk produk Open Banking Platform BRI, yaitu BRIAPI (BRI Application Programming Interface).
BRIAPI merupakan produk perseroan yang memungkinkan pihak ketiga untuk menggunakan fitur atau fungsi layanan finansial dari Bank BRI dalam platform milik mereka dengan cepat dan aman. Penerapan BRIAPI dengan ISO 27001 juga sekaligus mengukuhkan Bank BRI sebagai bank dengan system open API pertama di Indonesia yang bersertifikasi ISO 27001.
Sertifikasi ISO 27001 ini merupakan pembuktian bahwa BRIAPI memiliki kejelasan flow operasional (clarity), pengajuan dan peran dari bisnis BRIAPI menjadi lebih cepat (agility), data yang tersimpan di BRIAPI terjamin aman dan tidak akan bocor ke pihak lain (safety), meningkatkan kepatuhan akan keamanan sistem informasi terhadap aturan yang berlaku (compliance), menyiapkan penanganan atas risiko yang dapat terjadi pada sistem BRIAPI (risk management), serta menekan potensi timbulnya fraud yang dapat membahayakan reputasi dari BRI (reputation).
Adapun sertifikasi ISO27001 tersebut didapatkan dari BSI (British Standards Institution), sebuah lembaga sertifikasi internasional yang berbasis di London, Inggris. Melalui ISO 27001 ini, BRIAPI dapat semakin mantap ketika digunakan oleh partner yang membutuhkan layanan finansial dari Bank BRI sekaligus mendorong percepatan kolaborasi secara digital.
Indra Utoyo, Direktur IT dan Operasi Bank BRI mengatakan, bahwa perseroan bersyukur BRIAPI yang diterapkan berhasil meraih sertifikasi ISO 27001. Capaian tersebut akan menjadi semangat untuk terus mengembangkan produk-produk berbasis digital teknologi lainnya dan mengarahkan Bank BRI menjadi Open Banking platform.
Saat ini sudah tersedia 40 API yang siap untuk digunakan, dengan fitur andalan seperti direct debit, fund transfer, dan bill payment. Platform BRIAPI sendiri telah digunakan oleh beberapa rekanan BRI mulai dari instansi pemerintahan dan digital startup seperti Tokopedia, Gojek, Lazada, TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan) dan KJMIS (Koperasi Jaringan Masyarakat Indonesia Sejahtera).
“Kami berharap sertifikasi ini juga dapat menjadikan Bank BRI tumbuh semakin cepat di dunia digital dan semakin maju dengan teknologi, guna melayani nasabah dengan lebih baik lagi,” tutup Indra. (*)
Poin Penting Adira Finance membagikan dividen Rp772,37 miliar (Rp630/saham) atau sekitar 50 persen dari laba… Read More
Poin Penting Pemerintah menyiapkan injeksi likuiditas Rp100 triliun ke bank-bank Himbara untuk menjaga stabilitas sistem… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut usulan pengadaan motor listrik dan komputer untuk… Read More
Poin Penting Defisit APBN 2026 dipastikan tetap dijaga di bawah 3 persen meski harga minyak… Read More
Poin Penting Laba Amar Bank naik 16,1% menjadi Rp249,6 miliar, tertinggi sepanjang sejarah. Kredit tumbuh… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank INDONESIA sedang berputar hebat. Dalam politik ekonomi perbankan… Read More