Jakarta – Mengawali tahun 2020, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) kembali menorehkan prestasi dengan meraih penghargaan berskala internasional dari The Asset, majalah ekonomi terkemuka di Asia.
Dalam acara tahunannya, Triple A Country Awards, Bank BRI meraih 2 penghargaan sekaligus, yaitu sebagai “Best Issuer for Sustainable Finance” dan “Best Sustainability Bond”. Penghargaan tersebut juga diterima pada Kamis (16/1) di Hongkong.
Dikesempatan terpisah terkait pencapaian tersebut Corporate Secretary Bank BRI Hari Purnomo mengaku senang dan bangga bahwa kinerja BRI mendapat pengakuan oleh media internasional seperti the Asset.
“Penghargaan ini memotivasi kami untuk terus memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui produk dan layanan perbankan yang inovatif. Hal ini sejalan dengan semangat perseroan untuk mencapai aspirasi sebagai The Most Valuable Bank in South East Asia pada 2022,” tambah Hari melalui keterangan resminya di Jakarta Jumat 17 Januari 2020.
Mengutip rilis resmi dari The Asset, acara Triple A Country Awards merupakan acara pemberian penghargaan kepada instansi/perusahaan industri perbankan, keuangan, treasury dan pasar modal. Ajang penghargaan bergengsi di regional Asia ini juga telah memasuki tahun ke-21 penyelenggaraannya.
Terpilihnya Bank BRI dengan raihan tersebut tidak terlepas dari kinerja positif perseroan. Tercatat hingga triwulan III 2019 Bank BRI mampu mencetak laba Rp 24,8 triliun atau tumbuh 5,36% year on year dengan aset mencapai Rp 1.305,67 triliun, atau tumbuh 10,34% yoy. Tak hanya itu, BRI secara konsolidasian telah menyalurkan kredit senilai Rp 903,14 triliun tumbuh 11,65% yoy dengan komposisi 77,6% nya disalurkan untuk segmen UMKM.
Kinerja cemerlang BRI yang berkelanjutan terus mendorong saham BRI makin menguat dan mencetak rekor tertingginya. Pada penutupan perdagangan saham Rabu (15/1), saham Bank BRI berada pada level Rp4.580. Hal tersebut menjadikan market cap Bank BRI meningkat menjadi Rp563,69 triliun menduduki posisi ketiga perbankan terbesar di Asia Tenggara. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More
Poin Penting OJK rampungkan empat reformasi pasar modal untuk tingkatkan transparansi. OJK akan temui MSCI… Read More