Danareksa; Kelola reksa dana. (Foto: Dok. Infobank)
Jakarta- PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) optimis dapat merampungkan aksi korporasi untuk mengakuisisi Danareksa Sekuritas pada tahun ini. Hal tersebut seiring dengan usainya proses perjanjian jual beli sebesar 67% saham Danareksa Sekuritas.
Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Keuangan BRI Haru Koesmahargyo saat menghadiri paparan kinerja kuartal ketiga 2018. Haru menyebut, saat ini pihaknya sedang menunggu persetujuan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
“Sudah sepakat antara kedua pihak BRI dan Danareksa untuk pengendalian saham. Namun, karena bersyarat jadi masih menunggu OJK,” jelas Haru di Gedung BRI I Jakarta, Rabu 24 Oktober 2018.
Haru berharap, izin dari OJK tersebut dapat turun pada November tahun ini. Dengan diterbitkannya izin tersebut diharap perusahan sekuritas tersebut dapat segera efektif pada tahun 2018.
Selain itu, Haru juga menyebut pihaknya saat ini sedang merampungkan akuisisi anak usaha dari Bahana Artha Ventura yakni NTT Ventura. Haru menambahkan, perusahaan tersebut fokus dalam bidang modal ventura perusahaan fintech dengan aset mencapai Rp 3 triliun
Sebagai informasi, sebelumnya pada akhir September 2018 BRI telah menyelesaikan perjanjian jual beli 67% saham Danareksa Sekuritas senilai Rp 447 miliar. Sementara untuk akuisisi anak usaha Bahana Artha Ventura, pada November 2017 lalu BRI juga telah membeli 35% saham Bahana Artha Ventura (BAV).
Proses akusisi perusahaan sekuritas ini dinilai akan semakin melengkapi bisnis BRI. Asal tahu saja, BRI sendiri telah menganggarkan dana sekitar Rp 5 triliun guna ekspansi bisnis tersebut. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More