Market Update

BRI-MI Kelola 90 Produk Lebih, Dana Kelolaan Capai Rp60 Triliun

Poin Penting

  • BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) mengelola lebih dari 90 produk investasi dengan total dana kelolaan (AUM) mencapai Rp60 triliun.
  • BRI-MI meluncurkan produk syariah perdana KIK EBA Syariah BJLB1 senilai Rp1,95 triliun, yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.
  • Produk tersebut berbasis aset pendapatan Tol JORR W1, dengan imbal hasil indikatif 8,5% per tahun untuk kelas A.

Jakarta – PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) mencatat dana kelolaan atau Asset Under Management (AUM) hingga saat ini mencapai lebih dari Rp60 triliun, dengan telah mengelola lebih dari 90 produk.

Chief Product and Alternative Investment BRI-MI, Edward Narodo, mengatakan bahwa, variasi produk yang dikelola oleh BRI-MI terbagi menjadi dua, yakni aktif dan pasif, dengan produk aktif sekitar 30 produk dan sisanya produk pasif.

“BRI Manajemen Investasi, kami sekarang mengelola hampir 90 produk, dana kelolaannya sudah lebih dari Rp60 triliun. Kami punya variasi produk, ada yang pasif, ada yang aktif. Kalau yang aktif itu kami kurang lebih ada di sekitar 30-an produk,” kata Edward dalam konferensi pers di Jakarta, Senin, 10 November 2025.

Baca juga: KIK EBA Syariah Rp1,95 Triliun BRI-MI Resmi Tercatat di BEI

Adapun, pada hari ini BRI-MI juga telah meluncurkan produk perdananya yakni Kontrak Investasi Kolektif Efek Beragun Aset Syariah (KIK EBA Syariah) BRI-MI Jakarta Lingkar Baratsatu (BJLB1).

Edward menuturkan, BRI-MI melihat adanya potensi yang cukup besar pada produk yang berkonsep syariah tersebut, hal ini dikarenakan instrumen investasi berbasis syariah saat ini masih cukup terbatas.

“Jadi memang dari awal kita melihatnya sebenarnya kan syariah itu kan secara konsep investasi itu kan cukup konservatif. Dengan filter yang lebih dalam lagi. Ini membuat sebenarnya secara otomatis emiten-emiten yang masuk dalam kategori syariah itu adalah emiten-emiten yang punya fundamental yang baik sebenarnya,” imbuhnya.

Nilai Penerbitan Capai Rp1,95 Triliun

Secara rinci, produk KIK EBA Syariah di Sektor Infrastruktur yang perdana tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI) itu memiliki total nilai penerbitan sebesar Rp1,95 triliun.

Baca juga: Meroket 1.820 Persen, AUM Produk Reksa Dana BRI-MI Ini Tembus Rp2 Triliun

Lalu nilai penerbitan itu, terdiri dari Kelas A senilai Rp1,8 triliun, dengan indikasi imbal hasil 8,5 persen p.a. Sedangkan untuk Kelas B minimum nilai penerbitan Rp150 miliar.

Adapun underlying asset produk tersebut adalah Surat Berharga Ijarah Hak Pendapatan Tol PT Jakarta Lingkar Baratsatu berupa manfaat atas ruas Tol JORR W1. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Wamen Bima Arya Tegaskan Aturan Main WFH ASN, Pelayanan Publik Tak Boleh Kendur

Poin Penting Pemerintah memastikan kebijakan WFH diterapkan tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat. Sektor layanan… Read More

35 mins ago

OJK dan BEI Terapkan Kebijakan HSC, Berikut Penjelasannya

Poin Penting OJK terapkan kebijakan HSC untuk mengidentifikasi konsentrasi kepemilikan saham yang tinggi pada kelompok… Read More

3 hours ago

Dapat Restu Prabowo, Purbaya Mau Caplok dan Ubah PNM jadi Bank UMKM

Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengusulkan pengambilalihan PNM dari BPI Danantara untuk dijadikan… Read More

3 hours ago

Rawan Kejahatan Siber, CIMB Niaga Perkuat Keamanan OCTO Biz dengan Sistem Berlapis

Poin Penting Keamanan OCTO Biz diperkuat dengan sistem berlapis termasuk enkripsi data, autentikasi pengguna, dan… Read More

4 hours ago

Permudah Akses Investasi, KB Bank Syariah Hadirkan Deposito iB Online

Poin Penting KB Bank Syariah menghadirkan layanan deposito digital melalui aplikasi BISA Mobile untuk memperluas… Read More

4 hours ago

Purbaya Lapor APBN Tekor Rp240,1 Triliun di Kuartal I 2026

Poin Penting Defisit APBN kuartal I 2026 mencapai Rp240,1 triliun (0,93 persen PDB), lebih tinggi… Read More

4 hours ago