Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus melakukan terobosan inovasi atas produk dan layanan keuangannya untuk mengukuhkan diri sebagai lembaga keuangan terdepan dalam digital banking di Indonesia, salah satunya dengan meluncurkan pinjaman online yang diberi nama CERIA.
Melalui peluncuran ini, Bank BRI menjadi bank BUMN pertama yang memiliki aplikasi pinjaman online. Direktur Konsumer Bank BRI Handayani menyebutkan bahwa pinjaman online CERIA ini diluncurkan untuk menyasar generasi milenial yang saat ini tengah tumbuh dengan pesat.
“Menyesuaikan dengan gaya hidup millenial yang serba praktis, aplikasi CERIA diciptakan sudah fully digital, dengan sistem digital verification, digital scoring, hingga digital signature,” kata Handayani di Jakarta, Kamis 12 Desember 2019.
Dengan menggunakan teknologi yang mutakhir, CERIA mempercepat proses pengajuan pinjaman dengan waktu tak lebih dari 10 menit, dengan tenor yang fleksibel sampai dengan 12 bulan. Pengajuan dapat dilakukan tanpa harus ke bank dan tanpa tatap muka dengan petugas bank.
Dengan limit pinjaman hingga maksimum Rp20 juta dan suku bunga yang kompetitif dibandingkan pinjaman online sejenis, saat ini masyarakat sudah dapat mengunduh CERIA melalaui smartphone dengan sistem operasi Android atau di Playstore.
“Kami memberikan layanan, jasa, dan bunga yang kompetitif bagi nasabah Bank BRI yang hendak bertransaksi online melalui CERIA. Melalui proses yang cepat, bunga ringan, aman, plafon menarik, serta berbagai program promo di beberapa e-commerce favorit, kami yakin CERIA akan memberikan kemudahan ekstra kepada nasabah Bank BRI untuk bertransaksi online dengan pembayaran dicicil,” tukas Handayani.
Pada peluncuran CERIA hari ini, Bank BRI memberikan program menarik yaitu cashback hingga Rp2 juta di e-commerce Tokopedia, Panorama JTB, dan Dinomarket yang dapat dinikmati dengan metode pembayaran menggunakan CERIA. Pada tahap awal, Bank BRI menargetkan 20.000 milenial nasabah Bank BRI dapat menikmati fasilitas CERIA. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More
Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More
Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More
Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More
Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More
Poin Penting Komisi VIII DPR RI menekankan sinergi lintas kementerian dan lembaga untuk memperkuat penanggulangan… Read More