Keuangan

BRI Life Umumkan Pembentukan Medical Advisory Board, Apa Saja Perannya?

Poin Penting

  • BRI Life bentuk Medical Advisory Board (MAB) untuk memberi nasihat medis, memperkuat kapabilitas digital, serta meningkatkan akurasi analisis layanan kesehatan.
  • MAB berperan strategis dalam evaluasi klaim, underwriting, deteksi fraud, manajemen risiko, kepatuhan regulasi OJK, dan pengembangan produk asuransi.
  • Pembentukan MAB bukan sekadar regulasi, tapi strategi bisnis untuk meningkatkan kredibilitas, kepercayaan nasabah, dan ketahanan operasional menghadapi inflasi medis serta risiko klaim tinggi.

Jakarta – PT Asuransi BRI Life (BRI Life) mengumumkan pembentukan Medical Advisory Board (MAB) atau Dewan Penasihat Medis (DPM). MAB akan membantu perusahaan dengan memberikan nasihat dan rekomendasi terkait layanan medis oleh fasilitas pelayanan kesehatan.

Selain itu, MAB juga akan menjalankan peran penting dalam mendukung penguatan dan peningkatan kapabilitas digital BRI Life. Dengan begitu, analisis daya layanan kesehatan bisa menjadi lebih akurat.

Direktur Utama BRI Life, Aris Hartanto, mengungkapkan, keberadaan dewan ini sangat strategis bagi perusahaan asuransi. MAB berperan sebagai penasihat dalam aspek medis, khususnya soal kepatuhan medis dalam proses evaluasi klaim, underwriting, deteksi potensi fraud, dan memberikan rekomendasi atas risiko kesehatan calon tertanggung, hingga pengembangan produk asuransi.

Baca juga: Tragedi Al Khaziny dan Urgensi Asuransi Konstruksi Wajib

Menurutnya, paling tidak ada empat alasan penting dibutuhkannya MAB bagi industri asuransi jiwa. Pertama, kompleksitas industri asuransi kesehatan. Tingginya variasi kondisi medis pemegang polis dan risiko kesehatan menuntut pertimbangan profesional medis.

Kedua, peran strategis MAB dalam manajemen risiko. MAB bisa membantu perusahaan menekan risiko klaim tidak valid, fraud, hingga memastikan fairness dalam penentuan manfaat.

Ketiga, soal regulasi dan kepatuhan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Surat Edaran Otoritas Jasa Keuangan Nomor 7/SEOJK.05/2025 tentang Penyelenggaraan Produk Asuransi Kesehatan, mewajibkan setiap perusahaan asuransi kesehatan memiliki MAB per 1 Januari 2026.

“Dan yang terakhir, dengan keberadaan MAB di BRI Life akan meningkatkan kepercayaan customer dan memperkuat kredibilitas perusahaan dalam memberikan layanan kesehatan yang transparan dan akurat,” jelas Aris dalam keterangan resmi, Senin, 20 Oktober 2025.

Pembentukan MAB ini pun disebut bukan hanya soal memenuhi persyaratan regulator, tapi menjadi bagian dari strategi perusahaan agar operasional bisnis tetap berkelanjutan, di tengah tekanan inflasi medis dan risiko klaim tinggi.

Dengan adanya rekomendasi medis independen dan pengawasan internal, perusahaan akan lebih adaptif dalam menghadapi regulasi baru, menjamin kredibilitas layanan, dan mengelola eksposur risiko secara efektif.

Baca juga: Dewan Penasihat Medis Kini Wajib, Bagaimana Nasib Perusahaan Asuransi Kecil?

Nizar Yamanie, salah satu dokter spesialis saraf yang tergabung dalam MAB memaparkan, dewan ini terdiri dari para dokter spesialis dan profesional medis. Mereka akan memberikan arahan, rekomendasi, serta dukungan strategis kepada manajemen BRI Life untuk membantu proses pengambilan keputusan, memastikan kepatuhan terhadap praktik terbaik, serta menjaga standar kualitas layanan.

“Artinya, MAB akan mendukung operasional perusahaan asuransi lebih profesional, khususnya aspek medis yang sering menjadi dasar penentuan manfaat, penilaian risiko, serta validasi klaim dan biaya,” tegasnya. (*) Ari Astriawan

Galih Pratama

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

5 hours ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

7 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

7 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

7 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

7 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

8 hours ago