Keuangan

BRI Life Tunjuk Aris Hartanto Jadi Dirut, Berikut Susunan Direksi dan Komisaris Terbaru

Jakarta – PT Asuransi BRI Life (BRI Life) menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 26 April 2024 lalu. Para pemegang saham menyepakati penunjukkan Aris Hartanto sebagai Direktur Utama BRI Life.

Perubahan susunan direksi dan komisaris menjadi salah satu mata acara dalam RUPST yang dihelat secara hybrid dan dipimpin Muhammad Syafri Rozi, Komisaris Utama BRI Life, tersebut. Selain di jajaran direksi, susunan komisaris juga mengalami perubahan. Satu nama baru masuk sebagai komisaris, yakni Lau Soon Liang.

Aris Hartanto sebelumnya menjabat sebagai Regional CEO Wilayah Medan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI. Sedangkn Lau Soon Liang saat ini juga menjabat sebagai Emerging Market Chief Growth Officer, FWD Group.

Baca juga: Cetak Laba Rp474 Miliar, BRI Insurance Tebar Dividen Rp118 Miliar

“BRI Life menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya atas disahkannya Aris Hartanto sebagai Direktur Utama BRI Life, dan Lau Soon Liang sebagai Komisaris dalam RUPST BRI Life yang digelar pada 26 April 2024. Keduanya akan efektif berperan mengawal laju bisnis BRI Life, setelah penilaian kemampuan dan kepatutan disetujui oleh OJK,” jelas Head Of Corporate Secretary BRI Life Ade Nasution dalam keterangan resmi, Senin, 6 Mei 2024.

Adapun dari sisi kinerja bisnis, per akhir 2023, nilai premi baru ekuivalen yang disetahunkan atau Annualized Premium Equivalent (APE) BRI Life tercatat sebesar Rp3,1 triliun. Rinciannya, sebesar 91 persen disumbang oleh produk tradisional dan 9 persen unit link.

BRI Life juga tercatat mempunyai fundamental kuat dan sehat. Salah satuny tercermin dari Risk-Based Capital (RBC) yang mencapai 524 persen, jauh diatas batas minimum yang dipersyaratkan OJK yakni sebesar 120 persen.

Sepanjang tahun lalu, BRI Life mampu membukukan laba bersih sebesar Rp463,3 miliar. Raihan itu melonjak 55,4 persen year on year (yoy, ketimbang Rp344,3 di tahun sebelumnya.

Ade menambahkan, dengan tren positif kinerja keuangan BRI Life yang meningkat tahun lalu dan pertumbuhan bisnis asuransi jiwa nasional yang diproyeksi tetap tumbuh pada 2024, serta dukungan dari BRI sebagai perusahaan induk, BRI Life optimis kinerjanya akan semakin optimal.

“Direksi menyampaikan keyakinannya bahwa BRI Life optimis dapat memberikan kontribusi sebesar Rp1,5 triliun kepada BRI Group,” tutupnya.

Baca juga: Begini Langkah BRI Life Tingkatkan Pembangunan Ekonomi Berkelanjutan

Adapun berdasarkan hasil RUPST kali ini, maka susunan Anggota Dewan Komisaris, Anggota Direksi dan Dewan Pengawas Syariah PT Asuransi BRI Life sebagai berikut:

Dewan Komisaris:

  • Komisaris Utama : Muhammad Syafri Rozi
  • Komisaris Independen : Eko Wahyudi
  • Komisaris Independen : Hari Siaga Amijarso
  • Komisaris : Lau Soon Liang*
  • Komisaris Independen : Ubaidillah Nugraha;

*) Efektif setelah penilaian kemampuan dan kepatutan  disetujui OJK.
 
Direksi   :

  • Direktur Utama : Aris Hartanto*
  • Direktur Kepatuhan dan Legal : I Dewa Gede Agung
  • Direktur Keuangan : Lim Chet Ming
  • Direktur Operasional : Yosie William Iroth
  • Direktur Pemasaran : Sutadi

*) Efektif setelah penilaian kemampuan dan kepatuhan disetujui OJK.

Dewan Pengawas Syariah

  • Ketua Dewan : Mohamad Hidayat
  • Anggota Dewan : Agus Haryadi
  • Anggota Dewan : Siti Haniatunnisa.

Galih Pratama

Recent Posts

Menyoal Loopholes Kredit Bank

Oleh Wilson Arafat, Bankir senior, Spesialisasi di bidang GRC, ESG, dan Manajemen Transformasi MEMASUKI 2026,… Read More

34 mins ago

OTT KPK di Bea Cukai: Eks Direktur P2 DJBC Ditangkap, Uang Miliaran-Emas 3 Kg Disita

Poin Penting KPK melakukan OTT di lingkungan Bea Cukai Kemenkeu dan menangkap Rizal, mantan Direktur… Read More

9 hours ago

Istana Bantah Isu 2 Pesawat Kenegaraan untuk Prabowo, Ini Penjelasannya

Poin Penting Istana membantah kabar Presiden Prabowo menggunakan dua pesawat kenegaraan untuk perjalanan luar negeri.… Read More

9 hours ago

BTN Targetkan Pembiayaan 20.000 Rumah Rendah Emisi pada 2026

Poin Penting BTN menargetkan pembiayaan 20.000 rumah rendah emisi pada 2026, setelah menyalurkan 11.000 unit… Read More

9 hours ago

Apa Untungnya Danantara Masuk Bursa Saham? Ini Kata Pakar

Poin Penting Pakar menilai masuknya Danantara Indonesia ke pasar modal sah secara hukum dan tidak… Read More

10 hours ago

BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy

Poin Penting NPL konstruksi BTN berasal dari kredit legacy sebelum 2020 yang proses pemulihannya membutuhkan… Read More

10 hours ago