Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus berupaya menjalin kerja sama dengan stakeholders. Yang terbaru, Bank BRI resmi memperkuat kerja sama dengan Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) RI melalui penandatanganan Nota Kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) yang dilakukan antara Direktur Utama Bank BRI Suprajarto dengan Gubernur Lembaga Lemhannas RI Letjend TNI (Purn) Agus Widjojo di Gedung Lemhannas RI, Jakarta, Kamis (22/11).
“MoU ini merupakan tindak lanjut dari kerja sama yang telah terjalin sebelumnya. Diharapkan kerja sama ini dapat turut membantu Lemhannas RI dalam melaksanakan tugas dan kewenangannya sebagai lembaga pemerintah non kementerian yang bertanggung jawab langsung kepada pemerintah,” ungkap Suprajarto melalui keterangan resminya, Jumat 23 November 2018.
Kerja sama BRI dengan Lemhannas dalam MoU ini meliputi 4 hal strategis yakni kerja sama dalam peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan dan pelatihan, pertukaran tenaga ahli dan pemantapan nilai-nilai kebangsaan; tukar menukar informasi dalam rangka pengukuran ketahanan nasional, pelaksanaan pengkajian dan bidang lainnya; penggunaan produk dan jasa layanan perbankan lainnya yang dimiliki oleh BRI; serta pemberian dukungan BRI dalam menunjang program yang ada di Lemhannas RI.
Sebelumnya, BRI telah bekerja sama dengan Lemhannas RI dalam penyediaan layanan dan jasa perbankan yakni dalam hal pengelolaan giro operasional, pengelolaan rekening gaji dan penyaluran tunjangan kinerja pegawai, serta pelayanan fasilitas kredit BRIGUNA.
“Dengan adanya MoU ini kami akan lebih intens lagi dalam penyediaan layanan perbankan, pertukaran tenaga ahli, tukar menukar informasi dalam rangka ketahanan nasional, maupun pemberian dukungan untuk menunjang program Lemhannas RI,” pungkas Suprajarto. (*)
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More
Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More
Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More
Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More