Categories: News UpdatePerbankan

BRI Incar Penyaluran Kredit di 2022 Tumbuh 11%

Jakarta – Di tengah kondisi perekonomian yang menantang, Bank BRI tetap optimis untuk bisa terus tumbuh di 2022. Direktur Keuangan BRI, Viviana mengungkapkan, pertumbuhan kredit Bank BRI diperkirakan bisa mencapai kisaran 9% – 11% hingga akhir 2022.

“Secara group di tahun 2022, BRI tumbuh dari sisi pembiayaan di kisaran 9% – 11%. Tentunya ini cukup menantang dengan mitigasi COVID-19 juga,” jelas Vivi ketika menjawab pertanyaan media pada, Selasa 1 Maret 2022.

Di sepanjang 2021, Bank BRI mampu menyalurkan kredit sebesar Rp1.042,87 triliun. Angka ini naik Rp22,64 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat sebesar Rp1.020,19 triliun.

Adapun porsi penyaluran Kredit Bank BRI didominasi oleh sektor UMKM, Mikro, Kecil dan Menengah. Sebesar 83,86% portofolio BRI berada di sektor UMKM.

Lebih jauh, kualitas kredit atau NPL BRI juga diperkirakan akan terjaga di kisaran 2,8% – 3%. Sementara, Net Interest Margin diproyeksikan berada pada level 7,6% – 7,8%.

Sementara itu, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan perseroan masih mampu mencatatkan pertumbuhan kinerja yang sehat dan berkelanjutan di sepanjang tahun 2021 lalu.

Atas dasar hal tersebut, BRI pun memutuskan untuk membagikan dividen sebesar 85% atau senilai Rp26,40 triliun. Sedangkan sisanya sebesar 15% senilai Rp 4,66 triliun digunakan sebagai laba ditahan.

Untuk dividen bagian Negara Republik Indonesia atas kepemilikan sekurang-kurangnya 53,19% saham atau sekurang-kurangnya sebesar Rp14,04 triliun akan disetorkan kepada Rekening Kas Umum Negara.

Sunarso menjelaskan bahwa pemberian Dividend Payout Ratio sebesar 85% tersebut dengan mempertimbangkan bahwa saat ini BRI memiliki struktur modal yang kuat dan likuiditas yang optimal dalam rangka ekspansi bisnis dan antisipasi risiko yang mungkin terjadi pada masa mendatang.

“Dengan rasio pembayaran Dividen sebesar 85%, CAR Perseroan tetap terjaga minimal 20%”, tambahnya. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

1 hour ago

OJK Targetkan Aset Asuransi Tumbuh hingga 7 Persen di 2026

Poin Penting OJK menargetkan aset asuransi tumbuh 5-7 persen pada 2026, seiring optimisme kinerja sektor… Read More

2 hours ago

OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Poin Penting OJK memproyeksikan kredit perbankan 2026 tumbuh 10–12 persen, lebih tinggi dibanding target 2025… Read More

3 hours ago

Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only Jadi Alarm Keras Industri Pembiayaan

Poin Penting Kekerasan debt collector dan maraknya jual beli kendaraan STNK only menggerus kepercayaan publik,… Read More

4 hours ago

OJK Wanti-wanti “Ormas Galbay” dan Jual Beli STNK Only Tekan Industri Pembiayaan

Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More

5 hours ago

Sidak Industri Baja, Purbaya Kejar Potensi Tunggakan Pajak Rp500 Miliar

Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More

5 hours ago