Analisis

BRI Incar FBI Rp550 miliar dari Agen Brilink

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) terus mendorong agen branchless banking-nya,yakni BRILink untuk menggenjot Fee Based Income  (FBI). Hingga Juni 2019, transaksi melalui Agen BRILink mencapai 234 juta kali transaksi dengan volume transaksi mencapai Rp 331 triliun. Sementara untuk transaksi Agen BRILink berkontribusi sebesar Rp359 miliar terhadap FBI BRI.

Corporate Secretary BRI Bambang Tribaroto menyebut, Perseroan hingga akhir tahun membidik kenaikan jumlah FBI dari Agen BRILink sebesar Rp550 miliar, atau naik sekitar 22,5% dibandingkan dengan capaian pada 2018 sebesar Rp 448,8 miliar.

Bambang mengatakan, untuk mendorong inklusi keuangan perseroan terus berupaya untuk meningkatkan jumlah agen dan menjaga kualitas performa Agen BRILink.

“Sepanjang tahun ini, referral simpanan melalui Agen BRILink telah mencapai lebih dari 25 ribu dan referral pinjaman lebih dari 8 ribu,” kata Bambang melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 12 Juli 2019.

Hingga saat ini Agen BRILink telah menjangkau lebih dari 46 ribu desa. Bahkan 5 ribu BUMDES telah menjadi Agen BRILink. Agen BRILink dilengkapi dengan berbagai fitur mulai dari transfer uang, setor tunai hingga pembayaran token listrik dan pembelian pulsa.

Fitur transfer masih menjadi penyumbang terbesar nominal transaksi Agen. Kemudian diikuti oleh transaksi setoran tunai simpanan, pembelian token listrik, tarik tunai simpanan, transfer antar bank, pembelian pulsa, dan setoran pinjaman.

Bank BRI terus berupaya untuk meningkatkan transaksi Agen BRILink. Adapun langkah yang dilakukan diantaranya adalah dengan menargetkan adanya Agen BRILink di setiap desa, akuisisi BUMDES sebagai Agen BRILink, mendorong Agen BRILink sebagai referral pinjaman dan referral simpanan, serta mengintensifikasi sosialisasi maupun pelatihan kepada para agen.(*)

Suheriadi

Recent Posts

Transaksi MADINA Bank Muamalat Tembus Rp. 48 triliun pada akhir 2025.

Bank Muamalat Indonesia mencatat kinerja yang solid untuk layanan cash management system bernama Muamalat Digital… Read More

2 hours ago

Sejak 1976, BTN Salurkan KPR Rp530 Triliun untuk 6 Juta Rumah

Poin Penting BTN telah menyalurkan 6 juta unit KPR sejak 1976 hingga April 2026 dengan… Read More

2 hours ago

ALTO Luncurkan ASKARA Connect dan Collab, Perkuat Pengelolaan Transaksi Digital

Poin Penting ALTO luncurkan ASKARA Connect dan ASKARA Collab untuk mengintegrasikan pemantauan, pengelolaan, dan analisis… Read More

2 hours ago

BTN Targetkan Penyaluran KPR Capai 400 Ribu Unit per Tahun

Poin Penting optimistis pertumbuhan KPR tetap positif dalam 3–5 tahun ke depan, dengan target peningkatan… Read More

3 hours ago

ALTO Network Proses 30 Juta Transaksi Harian, QRIS jadi Kontributor Terbesar

Poin Penting ALTO Network memproses ~30 juta transaksi per hari hingga Maret 2026, dengan kontribusi… Read More

3 hours ago

RUPST OCBC Sepakat Tebar Dividen Rp1,03 Triliun dan Buyback 438 Ribu Saham

Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More

6 hours ago