Kapitalisasi Pasar BRI Capai USD27,23 Miliar
Jakarta – Untuk meminimalisir penyebaran virus corona di Indonesia, pemerintah menghimbau kepada seluruh masyarakat untuk belajar dari rumah bagi pelajar dan mahasiswa, sedangkan sebagian Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa kerja dari rumah dengan online dan mengutamakan pelayanan prima untuk masyakarat.
Salah satu instansi yang menerapkan kebijakan bekerja di rumah (work from home / WFH) adalah Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPANRB), di mana para ASN di lingkungan KemenPANRB tetap dapat bekerja di rumah dengan produktif dengan adanya digital office. Digital office yang dinamakan “PANRB Smart” tersebut dibangun oleh Bank BRI dan saat ini terus dikembangkan lebih lanjut oleh KemenPANRB.
Direktur Hubungan Kelembagaan BRI Agus Noorsanto menjelaskan, dengan penggunaan PANRB Smart, ASN di lingkungan KemenPANRB yang sedang menjalankan WFH tetap dapat bekerja layaknya berada di kantor. “Para ASN tetap dapat membuat dan menerima surat atau disposisi melalui aplikasi tersebut sehingga pelayanan terhadap masyarakat tetap berjalan prima,” imbuh Agus melalui keterangan resminya di Jakarta, Sabtu 21 Maret 2020.
Agus menambahkan, aplikasi ini telah diluncurkan sejak Oktober 2017 dan kini seluruh ASN Kemenpan RB yang berjumlah lebih dari 500 orang telah secara aktif menggunakan aplikasi PANRB Smart. Inovasi ini merupakan inisiasi BRI dalam mengembangkan program e-government dalam rangka mendukung terwujudnya reformasi birokrasi melalui manajemen pelayanan yang berbasis teknologi informasi.
“Melalui pemanfaatan teknologi, BRI mendukung KemenPANRB menciptakan penyelenggaraan pemerintahan yang efektif, efisien, ekonomis, transparan, dan akuntabel serta memiliki pelayanan publik berkualitas,” pungkas Agus. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Infobank bersama IBI, AAUI, dan APPI menggelar 8th Green Golf Tournament 2026 yang… Read More
Poin Penting LPEI membukukan laba bersih Rp252 miliar pada 2025, naik 8 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting Transaksi ilegal global capai USD158 miliar pada 2025, naik 145 persen. OJK perkuat… Read More
Poin Penting IAI bentuk ISRF untuk memperkuat ekosistem dan standar pelaporan keberlanjutan Dipimpin Ignasius Jonan,… Read More
Poin Penting BI mencatat pangsa kredit UMKM terhadap total kredit perbankan turun menjadi 17,49% pada… Read More
Oleh Krisna Wijaya, Honorable Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan indonesia (LPPI) KEHADIRAN artificial intelligence (AI) sudah… Read More