Perbankan

BRI Dorong Digitalisasi Kopdes Merah Putih untuk Perluas Akses Keuangan Desa

Poin Penting

  • BRI mendorong koperasi desa mengadopsi transaksi digital agar lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
  • Kolaborasi dengan BUMN seperti Telkom serta pemanfaatan AgenBRILink, Desa BRILian, dan platform LinkUMKM memperkuat ekosistem keuangan desa.
  • Hingga September 2025, BRI telah menyalurkan pembiayaan kepada 306 koperasi guna memperkuat modal dan kapasitas usaha melalui skema KUR dan kredit komersial.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI menegaskan bahwa digitalisasi merupakan kunci keberhasilan program Koperasi Desa Merah Putih. Direktur Commercial Banking BRI, Alexander Dippo Paris, menyampaikan bahwa koperasi akan didorong untuk mengadopsi sistem transaksi digital agar lebih inklusif dan adaptif terhadap perkembangan zaman.

“Transformasi digital tidak bisa dihindari. Melalui Koperasi Merah Putih, kami memastikan koperasi dapat memanfaatkan layanan transaksi modern agar anggota maupun masyarakat desa lebih mudah mengakses layanan keuangan,” kata Alexander dalam acara Infobank, “Indonesia Economic Summit 2025: Sinergi Perbankan, BUMN dan Swasta untuk Mendukung Asta Cita Koperasi Desa Merah Putih”, di Shangri-La Hotel Jakarta, Kamis, 2 Oktober 2025.

Upaya digitalisasi ini diperkuat melalui kerja sama dengan berbagai BUMN. Misalnya, Telkom mendukung penyediaan infrastruktur jaringan dan sistem logistik berbasis teknologi. Sementara itu, BRI menyiapkan ekosistem pembayaran digital melalui Agen Laku Pandai dan aplikasi perbankan yang dapat langsung terhubung dengan koperasi.

“Dengan platform digital, transaksi koperasi bisa lebih transparan, cepat, dan akuntabel. Hal ini akan meningkatkan kepercayaan masyarakat sekaligus memperkuat posisi koperasi sebagai tulang punggung ekonomi lokal,” jelas Alexander.

Baca juga: Kemenkop: 81.778 Kopdes Merah Putih Terbentuk, Anggota Tembus 964 Ribu

Untuk mendukung langkah tersebut, BRI mengoptimalkan jaringan 1,1 juta AgenBRILink yang tersebar hingga pelosok, lebih dari 4.000 Desa BRILian, serta 33 ribu klaster usaha binaan. Selain itu, platform LinkUMKM juga telah dimanfaatkan oleh 10,6 juta pelaku usaha untuk memperluas akses pasar.

Alexander juga menambahkan bahwa BRI telah mengintegrasikan 54 Rumah BUMN sebagai pusat pelatihan dan pembinaan UMKM berbasis kolaborasi antar-BUMN.

“Kami tidak hanya menyalurkan kredit, tetapi juga membangun ekosistem pendukung agar koperasi dan UMKM dapat berkembang berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: BRI Dorong Penguatan Koperasi Desa Merah Putih sebagai Akselerator Ekonomi Rakyat

Sejalan dengan itu, BRI juga memperluas penyaluran pembiayaan bagi koperasi.

Hingga September 2025, pembiayaan yang disalurkan BRI mencapai Rp1,2 triliun kepada 306 koperasi, baik melalui skema channeling maupun executing.

Penyaluran dilakukan dengan memanfaatkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) maupun kredit komersial untuk memperkuat modal kerja, investasi, dan kapasitas usaha.

“Digitalisasi memungkinkan koperasi tidak hanya menjadi lembaga pembiayaan, tetapi juga pintu masuk ekonomi kerakyatan yang modern dan berdaya saing. Tujuan akhirnya adalah pemerataan ekonomi melalui teknologi, sehingga desa-desa dapat berkembang sejajar dengan pusat kota,” tutupnya. (*) Ayu Utami

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

Marak Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada

Poin Penting KAI mengimbau masyarakat waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Seluruh proses… Read More

3 mins ago

Tak Ada Visa Haji Furoda 2026, Jalur Resmi Hanya 2 Ini

Poin Penting Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan haji tahun… Read More

23 mins ago

BRI Alihkan Saham BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management

Poin Penting BRI alihkan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management melalui PJBB sebagai… Read More

38 mins ago

Airlangga Respons Santai Proyeksi Bank Dunia: Masih di Atas Rerata Global

Poin Penting Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 menjadi 4,7% dari 4,8% akibat ketidakpastian… Read More

43 mins ago

BEKS Pasang Target Agresif di 2026, Incar Kenaikan Aset dan Laba Double Digit hingga Tekan NPL

Poin Penting Bank Banten membidik aset tumbuh ~20 persen menjadi Rp12 triliun dan laba bersih… Read More

49 mins ago

Siapa yang Melindungi Industri Jasa Keuangan Kita? Coba Tanyakan pada Rumput yang Bergoyang

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More

1 hour ago