Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali berhasil menorehkan prestasi, yakni kembali dinobatkan menjadi merek bank paling bernilai di Indonesia berdasarkan riset yang diterbitkan oleh Brand Finance Indonesia Top 100 Most Valuable Brands.
BRI masuk menjadi salah satu deretan perusahaan unggul dengan brand rating Triple A (AAA). Setidaknya terdapat 8 perusahaan (seluruh industri) yang memiliki nilai merek (brand value) diatas US$ 1 miliar, dan BRI menempati peringkat 2 dengan valuasi merek mencapai US$3,09 miliar atau setara Rp44,8 triliun (asumsi kurs Rp14.500 per dolar Amerika Serikat). Khusus di Industri perbankan nasional, BRI memimpin dengan nilai tertinggi.
Seperti diketahui, Brand Finance menetapkan peringkat suatu perusahaan melalui tinjauan transaksi riil yang digunakan oleh pengguna merek di seluruh dunia. Untuk menentukan brand valuation, sebuah perusahaan akan diukur brand impact, brand earnings (forecast revenues), dan brand valuenya.
Aspek ini juga dihubungkan dengan reputasi merek yang diperoleh perusahaan. Maka, suatu perusahaan yang mendapat predikat most valuable dan strongest band dapat dilihat dari ukuran persepsi publik dan pengaruhnya terhadap permintaan pasar.
Adapun acara Brand Finance Indonesia Top 100 Most Valuable Brands yang digelar oleh Majalah Investor dan Brand Finance dan disiarkan pada Selasa (08/02) di saluran Beritasatu TV.
Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama BRI Sunarso mengungkapkan, penghargaan ini menjadi bentuk apresiasi atas keberhasilan BRI dalam membangun transformasi bisnis.
“BRI berhasil menjadi merek utama di industri perbankan yang melekat di masyarakat. Ini bukti dari keberhasilan perseroan dalam memberikan layanan prima kepada masyarakat luas,” ungkapnya, Jumat 11 Febuari 2022.
Dengan penuh optimisme, BRI akan terus menyiapkan strategi untuk terus tumbuh berkelanjutan. Pada tahun ini, BRI terus melanjutkan journey transformasi BRIvolution 2.0 untuk menuju visi sebagai The Most Valuable Banking Group in South East Asia dan Champion of Financial Inclusion pada tahun 2025.
Dalam mencapai visi tersebut, BRI terus memperkuat aspek digitalisasi untuk menghasilkan berbagai produk inovatif digital dan membangun model bisnis baru.
Strategi yang dijalankan meliputi digitalisasi proses bisnis untuk mendongkrak produktivitas serta efisiensi, digitalisasi ekosistem bisnis, hingga optimalisasi layanan fully digital untuk memperkuat layanan yang lebih customer centric. Transformasi digital juga diterapkan di seluruh anak perusahaan BRI untuk pertumbuhan yang berkelanjutan BRI Group. (*)
Poin Penting Marak jasa joki Coretax di media sosial dengan tarif Rp50–100 ribu, memanfaatkan kesulitan… Read More
Poin Penting OJK kaji universal banking, yakni integrasi layanan keuangan (perbankan, asuransi, investasi, fintech) dalam… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,19 persen ke level 7.002,69 pada awal perdagangan, berbalik dari… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 7 April 2026 setelah sebelumnya stabil… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka melemah ke Rp17.076 per dolar AS (turun 0,24 persen… Read More
Poin Penting IHSG diproyeksikan masih rawan koreksi ke rentang 6.745–6.849, meski skenario terbaik berpeluang menguat… Read More