Ilustrasi: Gedung BRI. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) sepanjang 2025 berhasil mencetak laba bersih secara kondolidasi sebesar Rp57,13 triliun. Capaian laba tersebut menurun 5,26 persen secara tahunan (yoy) dibandingkan tahun 2024 yang sebesar Rp60,30 triliun.
Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan di media massa pada 26 Februari 2026, kinerja kredit BRI masih tumbuh solid. Tercatat kredit BRI secara konsolidasi naik 12,31 persen yoy menjadi Rp1.521,49 triliun pada 2025.
Dari kualitas kredit, rasio non performing loan (NPL) gross berada di level 3,29 persen, meningkat dari 2,94 persen. Sedangkan NPL net berada di level 0,96 persen dari sebelumnya 0,75 persen. Meski mengalami kenaikan, rasio NPL tersebut masih berada di ambang batas regulator, yakni 5 persen.
Baca juga: Bos BRI: Fundamental Perbankan Solid, tapi Tantangan dari Sisi Permintaan Kredit
Kinerja intermediasi lainnya juga solid. Dana pihak ketiga (DPK) bank yang fokus pada UMKM ini tercatat sebesar Rp1.466,84 triliun di sepanjang 2025.
Jika dirinci, giro tercatat sebesar Rp448,20 triliun atau naik 19,66 persen dibanding tahun 2024 sebesar Rp374,55 triliun. Sedangkan tabungan tercatat Rp587,58 triliun, naik 7,93 persen dibandingkan Rp544,42 triliun dan deposito sebesar Rp431,05 triliun dari Rp446,46 triliun atau tumbuh 3,45 persen. Adapun, komposisi dana murah atau current account saving account (CASA) mencapai 70,61 persen.
Baca juga: BRI Salurkan KPR Subsidi Rp16,16 Triliun, Dukung Program 3 Juta Rumah
Dari sisi profitabilitas, pendapatan bunga BRI tercatat meningat sebesar 4,27 persen atau menjadi Rp207,78 triliun. Beban bunga juga mengalami peningkatan tipis sebesar 1,2 persen menjadi Rp57,28 triliun. Sehingga, pendapatan bunga bersih menjadi Rp150,5 triliun di akhir tahun 2025.
Sejalan dengan kinerja keuangan tersebut, total aset BRI sepanjang 2025 mengalami kenaikan 7,1 persen yoy menjadi Rp2.135,37 triliun. Sebagai pembanding, total aset BRI pada 2024 sebesar Rp1.992,18 triliun. (*)
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga BANK Indonesia (BI) melaporkan bahwa neraca pembayaran Indonesia… Read More
Poin Penting Reformasi OJK dan BEI diyakini memperkuat pasar modal, meningkatkan transparansi, tata kelola, dan… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,40 persen ke level 8.355,28 pada pukul 09.00 WIB, dengan… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 hari ini anjlok Rp28.000 ke Rp3.057.000 per gram, sementara UBS… Read More
Poin Penting Rupiah hari ini dibuka menguat ke Rp16.755 per dolar AS, naik 0,27 persen… Read More
Poin Penting Secara teknikal, IHSG diproyeksikan melanjutkan penguatan ke kisaran 8.440–8.503, namun tetap perlu mewaspadai… Read More