News Update

BRI Catat Pergeseran Transaksi Signifikan ke Digital Banking

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) dinilai telah sukses melakukan shifting transaksi dari Banking Hall Kantor ke jaringan-jaringan e-Channel dan e-Banking.
Hal tersebut tercermin dari terus meningkatnya layanan digital yang telah dilaksanakan oleh BRI.

Direktur Jaringan dan Layanan Bank BRI, Osbal Saragi menyebut, kedua transaksi baik Internet Banking maupun Mobile Banking milik BRI telah mengalami kenaikan yang signifikan.

“Internet Banking BRI naik 109,75% dari 1,62 juta transaksi pada 2018 naik ke 3,42 juta transaksi pada 2019. Mobile Banking BRI naik sebesar 23,4% dari 964 ribu transaksi ke 1,12 juta transaksi,” jelas Osbal melalui keterangan resminya di Jakarta, Jumat 14 Juni 2019.

Osbal juga menyebut, Bank BRI telah berhasil mengedukasi masyarakat dan nasabahnya untuk bertransaksi secara non tunai (cashless). Ini tampak terlihat dari banyaknya jumlah uang tunai yang disiapkan oleh Bank BRI sangat menurun jika dibandingkan dengan libur lebaran tahun lalu.

Pada momen Ramadan dan Lebaran tahun ini, Bank BRI hanya menyiapkan kebutuhan uang tunai pada momen Ramadan dan Lebaran senilai Rp48,2 triliun, jumlah ini turun dibandingkan tahun 2018 lalu sebesar Rp62 triliun.

“Bahkan, realisasi kebutuhan puncak uang tunai 10 hari menjelang dan pada saat liburan lebaran hanya sebesar Rp41,2 triliun. Penurunan tersebut dilakukan sebagai bentuk optimisme BRI terhadap transaksi nasabah secara cashless melalui channel yang ada dan evaluasi kebutuhan masyarakat dari tahun ke tahun,” jelas Osbal.

Selain itu, kinerja jaringan e-channel Bank BRI juga semakin baik sehingga masyarakat tidak perlu lagi merasa kuatir apabila kekurangan uang tunai, karena bisa diperoleh langsung di 22.600 ATM BRI yang tersebar diseluruh Indonesia dan apabila kelebihan uang tunai dapat menyetorkan langsung di mesin CRM BRI.

“Bila kami rata-rata, transaksi nasabah mencapai Rp 25 juta melalui berbagai channel yang kami punyai. Kami akan terus melakukan evaluasi dengan menyempurnakan IT BRI kedepannya, sehingga kepercayaan masyarakat dan costumer experience nasabah kepada BRI terus meningkat,” tukas Osbal. (REZ)

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Catat Pembiayaan Berkelanjutan Rp316 Triliun Sepanjang 2025

Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More

52 mins ago

Pembiayaan Multifinance 2025 Lesu, OJK Ungkap Biang Keroknya

Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More

1 hour ago

Dilantik jadi Wamenkeu, Juda Agung Ungkap Arahan Prabowo

Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More

1 hour ago

APPI Beberkan Dampak Kekerasan Debt Collector dan Jual Beli STNK Only

Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More

1 hour ago

Bank Mandiri Targetkan Kredit 2026 Tetap di Atas Rata-Rata Industri

Poin Penting Bank Mandiri menargetkan pertumbuhan kredit 2026 di atas rata-rata industri, sejalan dengan proyeksi… Read More

2 hours ago

CEO Infobank: Jual Beli Kendaraan STNK Only Ilegal dan Berisiko Pidana

Info Penting Jual beli kendaraan STNK only dinyatakan ilegal, karena BPKB adalah satu-satunya bukti kepemilikan… Read More

2 hours ago