Ilustrasi: Gedung BRI. (Foto: istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bank only sebesar Rp45,44 triliun per November 2025. Capaian laba ini menurun secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp50 triliun.
Meski tekanan profitabilitas masih membayangi, bank yang dipimpin Hery Gunardi sebagai direktur utama ini tetap menunjukkan kinerja intermediasi yang solid hingga November 2025.
Merujuk laporan keuangan perseroan dikutip 25 Desember 2025, BRI mencatatkan penyaluran kredit Rp1.306,54 triliun pada November 2025 atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan November 2024 yang sebesar Rp1.219,21 triliun.
Baca juga: Hasil RUPSLB, BSI (BRIS) Resmi Berstatus Persero dan Jadi Bank BUMN
Sejalan dengan pertumbuhan kredit, pendapatan bunga bersih bank yang di bawah payung Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini naik 2,50 persen menjadi Rp103,41 triliun pada November 2025. Sebagai perbandingan, pada November 2024 bunga bersih BRI tercatat Rp100,88 triliun.
Sementara dari sisi pengumpulan dana masyarakat juga melaju positif. Hingga November 2025, BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.459,99 triliun. DPK tersebut tumbuh 5,28 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp1.386,71 triliun.
Baca juga: Jadwal Operasional BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN Selama Libur Nataru 2025-2026
Dari jumlah DPK tersebut, dana murah (CASA) BRI tercatat sebesar Rp1.018,53 triliun atau 69,76 persen dari total DPK, naik dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp914,83 triliun.
Sejurus dengan pertumbuhan kredit dan DPK, total aset bank yang dijuluki “Bank Wong Cilik” ini sudah menembus Rp1.922,53 triliun. Aset tersebut tumbuh moderat 3,84 persen yoy dibanding November 2024 yang sebesar Rp1.851,30 triliun. (*)
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More