Perbankan

BRI Bukukan Laba Rp45,44 Triliun per November 2025

Poin Penting

  • BRI membukukan laba bank only Rp45,44 triliun per November 2025, turun dari Rp50 triliun pada periode yang sama tahun lalu
  • Penyaluran kredit tumbuh 7,16 persen menjadi Rp1.306,54 triliun, sementara NII meningkat 2,50 persen menjadi Rp103,41 triliun
  • DPK naik 5,28 persen menjadi Rp1.459,99 triliun dengan dominasi CASA 69,76 persen; aset menembus Rp1.922,53 triliun atau tumbuh 3,84 persen yoy.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk berhasil membukukan laba bank only sebesar Rp45,44 triliun per November 2025. Capaian laba ini menurun secara tahunan atau year on year (yoy) ketimbang tahun sebelumnya yang sebesar Rp50 triliun.

Meski tekanan profitabilitas masih membayangi, bank yang dipimpin Hery Gunardi sebagai direktur utama ini tetap menunjukkan kinerja intermediasi yang solid hingga November 2025.

Merujuk laporan keuangan perseroan dikutip 25 Desember 2025, BRI mencatatkan penyaluran kredit Rp1.306,54 triliun pada November 2025 atau tumbuh 7,16 persen dibandingkan November 2024 yang sebesar Rp1.219,21 triliun.

Baca juga: Hasil RUPSLB, BSI (BRIS) Resmi Berstatus Persero dan Jadi Bank BUMN

Sejalan dengan pertumbuhan kredit, pendapatan bunga bersih bank yang di bawah payung Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara) ini naik 2,50 persen menjadi Rp103,41 triliun pada November 2025. Sebagai perbandingan, pada November 2024 bunga bersih BRI tercatat Rp100,88 triliun.

Sementara dari sisi pengumpulan dana masyarakat juga melaju positif. Hingga November 2025, BRI berhasil menghimpun DPK sebesar Rp1.459,99 triliun. DPK tersebut tumbuh 5,28 persen dibandingkan tahun lalu di periode yang sama sebesar Rp1.386,71 triliun.

Baca juga: Jadwal Operasional BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN Selama Libur Nataru 2025-2026

Dari jumlah DPK tersebut, dana murah (CASA) BRI tercatat sebesar Rp1.018,53 triliun atau 69,76 persen dari total DPK, naik dari posisi tahun sebelumnya yang sebesar Rp914,83 triliun.

Sejurus dengan pertumbuhan kredit dan DPK, total aset bank yang dijuluki “Bank Wong Cilik” ini sudah menembus Rp1.922,53 triliun. Aset tersebut tumbuh moderat 3,84 persen yoy dibanding November 2024 yang sebesar Rp1.851,30 triliun. (*)

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

1 hour ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago