News Update

BRI Baru Himpun Dana Repatriasi Rp9 Miliar

Jakarta–PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) sudah mulai menerima dana masuk dari peserta Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty.

Direktur Keuangan BRI, Haru Kusumahargyo mengungkapkan, hingga saat ini sudah ada terdaftar 68 rekening dana nasabah (RDN) khusus tax amnesty. Serta ada 2 RDN yang sudah melakukan repatriasi.

“Dari 68 rekening sudah bayar uang tebusan jumlahnya Rp2 miliar. Sementara dana repatriasi itu Rp9 miliar,” ungkap Haru di Gedung BEI, Jakarta, Rabu, 3 Agustus 2016.

Haru mengatakan, dari dana repatriasi tersebut, para peserta tax amnesty di BRI lebih banyak memilih produk investasi deposito.

Kendati begitu pihaknya tetap akan melengkapi pilihan instrumen investasi salah satunya dengan menerbitkan surat utang (obligasi) dalam bentuk PUB (Penawaran Umum Berkelanjutan) hingga tahun 2017.

“Kami akan terbitkan Obligasi dalam semester II-2016 dan semester I-2017 dengan total Rp20 triliun,” imbuhnya.

Kedua obligasi tersebut nantinya akan memiliki tenor tiga hingga lima tahun. Selain obligasi, BRI juga menyediakan penempatan dana tax amnesty pada MTN (Medium Term Note) dengan nilai Rp5 triliun.

Selain itu, lanjut Haru, BRI juga menawarkan investasi pada surat berharga pasar uang yang dikhususkan untuk disalurkan pada pengembangan UMKM. (*) Dwitya Putra

 

 

Editor: Paulus Yoga

Paulus Yoga

Recent Posts

Asbisindo Institute–VOCASIA Hadirkan E-Learning untuk Perkuat Kompetensi Bankir Syariah

Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More

1 hour ago

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

6 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

7 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

7 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

7 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

7 hours ago