Perbankan

BRI Alihkan Saham BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management

Poin Penting

  • BRI alihkan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM ke Danantara Asset Management melalui PJBB sebagai bagian dari konsolidasi BUMN di sektor pengelolaan investasi
  • Nilai transaksi mencapai Rp1,32 triliun, terdiri dari Rp975 miliar untuk 65 persen saham BRI-MI dan Rp345 miliar untuk hampir 100 persen saham PNM-IM
  • Tujuan utama aksi ini memperkuat ekosistem investasi nasional, dengan membentuk perusahaan manajemen aset yang lebih terintegrasi, dan kompetitif.

Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) melakukan langkah strategis melalui pengalihan kepemilikan atas entitas anak usaha dan cucu usaha di bidang manajemen investasi, yaitu PT BRI Manajemen Investasi (BRI-MI) dan PT PNM Investment Management (PNM-IM), kepada PT Danantara Asset Management (DAM). Langkah ini merupakan bagian dari strategi konsolidasi yang dijalankan Danantara di sektor pengelolaan investasi nasional.

Hal tersebut tercantum dalam keterbukaan informasi yang diterbitkan perseroan pada 2 April 2026, transaksi dilakukan melalui penandatanganan Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) pada 1 April 2026. 

Corporate Secretary BRI Dhanny mengungkapkan pengalihan kepemilikan BRI-MI dan PNM-IM merupakan bagian dari upaya konsolidasi dalam ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Inisiatif ini dibuat untuk mendukung terbentuknya perusahaan pengelolaan aset yang lebih terintegrasi, adaptif, dan berdaya saing, serta mampu menghasilkan nilai ekonomi dan sosial sejalan dengan agenda jangka panjang Indonesia,” ujar Dhanny dalam keterangannya, Jumat 10 April 2026.

Baca juga: BRI Nilai Tambahan Likuiditas dari Pemerintah Jaga Momentum Kredit Berkualitas

Dalam transaksi tersebut, BRI dengan DAM telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dalam rangka rencana pembelian sebanyak 19.500.000 saham BRI MI yang dimiliki perseroan, sehingga mengakibatkan pengambilalihan atas BRI MI.

Adapun nilai transaksi pengalihan saham BRI MI ini sebesar Rp975 miliar untuk saham sebanyak 19,5 juta saham. Jumlah saham tersebut setara dengan 65 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor BRI-MI. 

Sementara itu, PNM, selaku perusahaan terkendali dari BRI, telah menandatangani Perjanjian Jual Beli Bersyarat (PJBB) dengan DAM dalam rangka rencana pembelian sebanyak 109.999 saham PNM-IM yang dimiliki PNM, sehingga mengakibatkan pengambilalihan atas PNM-IM.

Sedangkan jumlah sahamnya sebanyak 109.999 saham setara dengan 99,999 persen dari seluruh modal ditempatkan dan disetor yang dikeluarkan oleh PNM-IM. Adapun nilai transaksi sebesar Rp345 miliar. 

DAM selaku holding operasional bermaksud untuk menciptakan perusahaan aset manajemen yang akan menjadi champion dengan daya saing yang kuat melalui inovasi produk dan layanan, sehingga dapat memberikan nilai tambah yang optimal bagi seluruh stakeholders.

Transaksi afiliasi ini diharapkan akan meningkatkan potensi sinergi bisnis dan melengkapi kapabilitas yang ada, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas dan optimal.

Terkait tata kelola, pelaksanaan transaksi mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, khususnya Peraturan Otoritas Jasa Keuangan No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Transaksi Benturan Kepentingan. 

Baca juga: OJK Dukung Rencana Purbaya Ubah PNM jadi Bank UMKM

Sebagai manajemen investasi, entitas tersebut menjalankan kegiatan usaha berupa pengelolaan portofolio efek untuk kepentingan nasabah dan/atau pengelolaan portofolio investasi kolektif bagi sekelompok nasabah.

Kegiatan tersebut tidak mencakup pengelolaan dana perusahaan asuransi, dana pensiun, maupun bank yang melakukan pengelolaan investasinya sendiri sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ke depan, langkah ini diharapkan tidak hanya memberikan manfaat bagi perseroan dan pemegang saham, tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat ekosistem industri keuangan nasional serta menciptakan nilai ekonomi dan sosial yang berkelanjutan,” pungkas Dhanny. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

WFH Tiap Jumat, Ini Cara Menhub agar Layanan Transportasi Tetap Normal

Poin Penting Kemenhub menerapkan kehadiran 40 persen pegawai per hari untuk memastikan layanan transportasi tetap… Read More

10 mins ago

Marak Penipuan Rekrutmen KAI, Masyarakat Diminta Waspada

Poin Penting KAI mengimbau masyarakat waspada terhadap maraknya penipuan yang mengatasnamakan rekrutmen KAI. Seluruh proses… Read More

29 mins ago

Tak Ada Visa Haji Furoda 2026, Jalur Resmi Hanya 2 Ini

Poin Penting Pemerintah Arab Saudi menegaskan tidak menerbitkan visa haji furoda pada penyelenggaraan haji tahun… Read More

48 mins ago

Airlangga Respons Santai Proyeksi Bank Dunia: Masih di Atas Rerata Global

Poin Penting Bank Dunia pangkas proyeksi ekonomi RI 2026 menjadi 4,7% dari 4,8% akibat ketidakpastian… Read More

1 hour ago

BEKS Pasang Target Agresif di 2026, Incar Kenaikan Aset dan Laba Double Digit hingga Tekan NPL

Poin Penting Bank Banten membidik aset tumbuh ~20 persen menjadi Rp12 triliun dan laba bersih… Read More

1 hour ago

Siapa yang Melindungi Industri Jasa Keuangan Kita? Coba Tanyakan pada Rumput yang Bergoyang

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group INDUSTRI jasa keuangan Indonesia dewasa ini… Read More

2 hours ago