Jakarta – Komitmen PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BRI) memajukan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia di tengah pandemi Covid-19 terus dilakukan, diantaranya dengan memberikan berbagai pelatihan secara daring agar pelaku usaha bisa bertahan dan bangkit di situasi sulit. Kali ini BRI berkolaborasi dengan BRI Research Institute mengadakan pelatihan online bertema “TANAM RERAMBAT: Tanaman Rempah Ramuan Obat” yang menghadirkan pendiri laman jamudigital.com Karyanto sebagai pembicara utama.
Pelatihan ini diharapkan dapat memberikan motivasi dan kiat-kiat sukses kepada pelaku usaha dalam mengelola bisnis jamu. Selama pelatihan berlangsung, Karyanto membagikan pengalamannya mengelola bisnisnya yang berada di sektor industri jamu-jamuan atau empon-empon.
“Gerakan back to nature telah digaungkan di seluruh dunia. Gerakan ini mengajarkan masyarakat untuk berpindah dari obat-obatan sintetik menjadi obat-obatan berbahan alami (herbal) atau yang kita kenal dengan sebutan obat tradisional atau jamu. Jadi, masyarakat dunia sudah aware dengan bahan alami dan tentu ini menjadi suatu potensi yang luar biasa untuk kita,” ujar Karyanto melalui keterangan resminya di Jakarta, Minggu 7 Maret 2021.
Karyanto juga mengungkapkan bahwa saat ini ada 30.000 spesies tanaman yang ada di Indonesia, dimana 9.600 diantaranya terindikasi bermanfaat sebagai obat. Akan tetapi, pemanfaatannya hingga kini baru mencapai 300 jenis tanaman.“Jadi potensinya masih sangat besar dan menjadi daya saing bangsa Indonesia dengan negara lain”, tuturnya.
Dalam kesempatan yang sama, pelaku UMKM binaan BRI bernama Murjiyati turut membagikan pengalamannya dalam memasarkan produk jamu-jamuan selama ini. Murjiyati adalah pelaku UMKM dari Dusun Kiringan, Bantul, Yogyakarta, yang saat ini dikenal sebagai Desa Wisata Jamu. Pemilik bisnis Jamu Rizky Barokah yang sudah berbisnis sejak 35 tahun terakhir ini menuturkan bahwa pelaku UMKM tak perlu malu berjualan jamu atau empon-empon.
Alasannya, jamu saat ini semakin diakui sebagai ramuan yang memiliki banyak kegunaan untuk kesehatan dan pastinya banyak dibutuhkan oleh semua kalangan.
Selain mendapat cerita pengalaman dari praktisi, peserta pelatihan daring juga meraih tambahan pengetahuan mengenai layanan keuangan dan pentingnya persiapan dana darurat serta hari tua dari BRI. Pelaku UMKM bisa mempersiapkan dana-dana tersebut melalui produk DPLK BRI.
Sementara itu, Corporate Secretary BRI Aestika Oryza Gunarto mengatakan bahwa kegiatan ini juga menjadi sarana BRI untuk memperkenalkan aplikasi Link UMKM yang bisa digunakan pelaku usaha untuk menjalankan pemberdayaan terpadu. “Melalui aplikasi ini, diharapkan lebih banyak lagi UMKM yang siap naik kelas dan merambah pasar internasional ke depannya”, tuturnya.
BRI dan BRI Research Institute berkomitmen untuk terus menyelenggarakan pelatihan online berbasis komoditas untuk inspirasi para pelaku usaha sampai dengan 12 edisi disepanjang tahun 2021. “Pelatihan UMKM secara reguler dilakukan melalui rumah BUMN BRI yang tersebar di 56 titik dengan jadwal yang tersedia di setiap rumah BUMN yang dikelola BRI. Ada juga pelatihan tematik UMKM secara nasional setiap hari Rabu pukul 14.00 sd 16.00 WIB dengan menghadirkan pembicara/narasumber yang handal dan ahli di bidangnya,” tutup Aestika. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More