Perbankan

BRI Ajak Pekerjanya Donasi Untuk Penanggulangan COVID-19

Jakarta – Bank BRI mengajak para pekerjanya berdonasi dalam rangka penanggulangan pandemic COVID-19 di Indonesia. Perseroan melakukan kegiatan “Sajak Brilian” yang merupakan lomba penulisan sajak yang dapat diikuti oleh seluruh pekerja BRI.

Pada kegiatan ini, untuk setiap satu sajak yang dikirim oleh para pekerja, Bank BRI akan menyumbangkan sebesar Rp100 ribu. Dari kegiatan ini total terkumpul 1.773 sajak atau setara dengan bantuan senilai lebih dari Rp177 juta dimana dana yang terkumpul tersebut nantinya akan disalurkan melalui program CSR BRI Peduli.

Direktur Human Capital Bank BRI Herdy R. Harman menyebutkan, program ini diinisiasi BRI untuk memperingati Hari Puisi Nasional yang jatuh setiap tanggal 28 April sekaligus mendorong kreatifitas pekerja.

“Lomba penulisan sajak ini juga sengaja digelar untuk meningkatkan rasa kepedulian terhadap pandemi yang saat ini tengah terjadi, dimana setiap pekerja yang berpartisipasi dalam kompetisi ini turut serta memberikan sumbangsih secara tidak langsung melalui donasi yang dikumpulkan,” tutur Herdy dalam keterangannya di Jakarta, Selasa 28 April 2020.

Sebelumnya, melalui program gerakan sosial BRILiaN Fight Covid-19, pekerja BRI di seluruh Indonesia telah berhasil menghimpun dana lebih dari Rp7,2 miliar. “Secara bertahap dana tersebut disalurkan dalam bentuk bantuan-bantuan yang secara langsung memberikan manfaat bagi masyarakat terdampak COVID-19,” ujar Herdy.

Bank BRI secara aktif menjalankan berbagai program CSR BRI Peduli dalam kaitannya mendukung pemerintah menanggulangi pandemi yang terjadi. Beberapa program yang telah dijalankan diantaranya pembagian 1,2 juta masker gratis untuk masyarakat dan pedagang pasar, pembagian 200 ribu paket sembako gratis, pembangunan lebih dari 5.000 wastafel, pembagian 5.000 cairan pembersih tangan dan 2.000 Alat Pelindung Diri (APD) serta berbagai program lainnya. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Gaya Hidup Menggeser Risiko Penyakit ke Usia Muda? Simak Persiapan Menghadapi Risikonya

Jakarta - Banyak orang masih percaya bahwa penyakit kritis hanya untukusia lanjut. Selama tubuh terasa kuat dan aktivitas berjalan normal, risiko kesehatan sering dianggap sebagai kekhawatiran “nanti saja”. Padahal, tren global menunjukan cerita berbedayang mana penyakit kritis kini juga sering terjadi pada usia produktif.  Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 16 September 2025 mencatat bahwa penyakit tidak menular menyebabkan 74… Read More

2 mins ago

Laba BSI Tumbuh 8,02 Persen Jadi Rp7,57 Triliun di 2025

Poin Penting BSI membukukan laba bersih Rp7,57 triliun sepanjang 2025, naik 8,02 persen yoy, ditopang… Read More

49 mins ago

Standard Chartered Beberkan Peluang Investasi pada 2026

Poin Penting Standard Chartered mendorong portofolio yang disiplin, terstruktur (core, tactical, opportunistic), dan terdiversifikasi lintas… Read More

3 hours ago

Profil Juda Agung, Wamenkeu Baru dengan Kekayaan Rp56 Miliar

Poin Penting Presiden Prabowo melantik Juda Agung sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang… Read More

3 hours ago

IHSG Sesi I Ditutup Anjlok 2,83 Persen ke Posisi 7.874, Seluruh Sektor Tertekan

Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More

3 hours ago

Moody’s Pangkas Outlook RI Jadi Negatif, Airlangga: Perlu Penjelasan Soal Peran Danantara

Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More

4 hours ago