Rights Issue, BRI Agro Incar Dana Rp2 Trilun
Jakarta – Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa PT Bank Rakyat indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) menyepakati penerbitkan saham baru (right issue) melalui Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu.
BRI Agro akan melaksanakan right issue sebanyak-banyaknya 3.000.000.000 (tiga miliar) lembar saham dengan tujuan untuk memperkuat struktur permodalan Perseroan yang selanjutnya sesuai rencana akan digunakan seluruhnya untuk mendukung pertumbuhan kredit.
Sebagai Perusahaan Anak BRI yang fokus dalam penyaluran kredit agribisnis, BRI Agro saat ini dimiliki sebesar 87,10% oleh Bank BRI, 6,32% oleh Dapenbun dan 6,58% oleh masyarakat.
Diharapkan melalui PMHMETD ini porsi publik dapat meningkat sehingga saham BRI Agro lebih likuid dan lebih banyak menarik investor ritel.
Selain pembahasan mengenal PMHMETD, rapat juga mengangkat jalaran pengurus perseroan yang baru, yakni A.Y. Soepadmo sebagai Komisaris Independen dan
I.B.K Suamba Manuaba sebagai Komisaris, serta Sigit Murtiyoso sebagai Direktur Bisnis.
Pengurus baru tersebut akan efektif setelah mendapat persetujuan Uji Kemampuan dan Kepatutan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
Sehingga susunan Dewan Komisaris dan Direksi BRI Agro selengkaan adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris:
Ahdi Jumhari Luddin : Komisaris Utama Anna Maria Ciadanna : Komisaris Independen
A.Y. Soepadmo : Komisaris Independen
I.B.K Suamba Manuaba : Komisaris
Dewan Direksi:
Agus Noorsanto : Direktur Utama
Ebeneser Girsang : Direktur Pengendalian Risiko kredit & Pendanaan
Herry Prayudi : Direktur Kepatuhan
Ernawan : Direktur Operasional
Sigit Murtiyoso : Direktur Bisnis. (*)
Oleh Rahma Gafmi, Guru Besar Universitas Airlangga TEPAT 8 Januari 2026 akhirnya pemerintah melakukan konferensi… Read More
Poin Penting OJK menyetujui pencabutan izin usaha pindar Maucash milik Astra secara sukarela, mengakhiri operasional… Read More
Poin Penting OJK membentuk Direktorat Pengawasan Perbankan Digital yang efektif sejak 1 Januari 2026 untuk… Read More
Poin Penting Infobank melalui birI memperbaiki perhitungan Loan at Risk (LAR) agar sesuai dengan ketentuan… Read More
Poin Penting OJK memproyeksikan kinerja perbankan tetap solid pada 2026, ditopang pertumbuhan kredit, DPK, kualitas… Read More
Oleh Junaedy Gani DARI waktu ke waktu muncul aspirasi tentang keberadaan sebuah Sovereign Wealth Fund… Read More