Rights Issue, BRI Agro Incar Dana Rp2 Trilun
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia Agroniaga Tbk (BRI Agro) melakukan penandatanganan Kesepakatan Bersama (MoU) dengan Kementrian Pekerjaan
Umum dan Perumahan Rakyat (Kementrian PUPR) terkait Penyaluran Kredit Pemilikan Rumah Bersubsidi, Dalam Rangka Perolehan Rumah Bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah.
“Dengan Penandatanganan Kesepakatan Bersama tersebut, BRI Agro menjadi salah satu bank pelaksana dari 11 (sebelas) bank umum dan 24 Bank Pembangunan Daerah (BPD) yang telah menandatangani kesepakatan bersama,” kata Direktur Utama BRI Agro Agus Noorsanto di Jakarta, Rabu, 25 Juli 2018.
Direktur Jenderal Pembiayaan Perumahan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Lana Winayanti mengatakan, penyaluran kredit pemilikan rumah bersubsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah dapat membantu memudahkan akses masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) ke perbankan dalam rangka mendapat bantuan pembiayaan perumahan.
Nantinya, setelah penandatanganan MoU ini akan diikuti dengan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Operasional (PKO).
“Hingga bulan Juni 2018, Direktorat Jenderal Pembiayaan Perumahan telah
menyalurkan bantuan FLPP dengan jumlah 530.663 unit dan bantuan SSA/SSB
sebanyak 317.050 unit. Sehingga total bantuan yang telah disalurkan, baik melalui program KPR FLPP maupun SSB, adalah sebanyak 847.713 unit,” jelas Lana. (*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More