Jakarta – Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memutuskan mengangkat Burhanuddin Abdullah sebagai Komisaris Utama (Komut) PT PLN (Persero). Eks Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2003-2008 ini, menggantikan posisi Agus Martowardojo, yang juga merupakan Gubernur BI (2013-2018)
Dalam foto yang diterima Infobanknews, Selasa, 23 Juli 2024, terlihat momen serah terima jabatan Komut PT PLN kepada Burhanuddin Abdullah yang diserahkan langsung oleh Wakil Menteri (Wamen) BUMN Kartika Wirjoatmodjo (Tiko).
Diketahui, Agus Martowardjojo diangkat sebagai Komut PT PLN melalui rapat umum pemegang saham (RUPS) yang digelar pada Rabu, 20 September 2023 silam. Artinya, belum genap satu tahun, Agus Martowardjojo menduduki posisi sebagai Komut PLN.
Baca juga: Perkuat Kolaborasi Global, PLN Gandeng USAID untuk Akselerasi Transisi Energi
Sebelumnya, Agus Martowardjojo merupakan Komut Bank BNI. Agus Martowardjojo juga pernah menjadi menteri keuangan. Kala itu, dirinya menggantikan Sri Mulyani. Selain itu, Agus Martowardjojo juga menjadi komisaris di PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO).
Sementara, Burhanuddin Abdullah selain pernah menjabat sebagai Gubernur BI, pria berdarah Garut, Jawa Barat ini, pernah menjadi Ketua Umum Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEI) periode 2003-2006, dan terpilih kembali untuk periode 2006-2008.
Burhanuddin pernah menempuh pendidikan di Universitas Diponegoro, Michigan State University, dan Universitas Padjadjaran. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memprediksi konsumsi masyarakat mulai pulih pada 2026, didorong stimulus pemerintah serta… Read More
Poin Penting OJK memantau hasil audit laporan keuangan 2025 UUS multifinance yang telah memenuhi kriteria… Read More
Poin Penting BRI membagikan dividen interim Rp20,6 triliun atau setara Rp137 per saham untuk Tahun… Read More
Oleh Tim Infobank KASUS yang menjerat Yuddy Renaldi, Direktur Utama (Dirut) Bank BJB di Pengadilan… Read More
Poin Penting OJK terbitkan POJK 33/2025 untuk menyempurnakan kerangka penilaian tingkat kesehatan sektor perasuransian, penjaminan,… Read More
Poin Penting IASC menerima 411.055 laporan scam dengan total kerugian Rp9 triliun dan berhasil menyelamatkan… Read More