Ekonomi dan Bisnis

BPS Ungkap Nilai Ekspor-Impor RI dengan Negara Jalur Selat Hormuz

Poin Penting

  • Badan Pusat Statistik menyatakan dampak konflik AS-Israel dan Iran terhadap perdagangan Indonesia masih dikaji
  • Impor terbesar dari kawasan Selat Hormuz berasal dari UEA (USD1,4 miliar) dan Oman (USD718,8 juta)
  • Ekspor Indonesia ke UEA mencapai USD4,0 miliar, disusul Oman USD428,8 juta dan Iran USD249,1 juta.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) menilai dampak eskalasi konflik Amerika Serikat (AS)-Israel dan Iran terhadap arus perdagangan Indonesia masih perlu dikaji lebih dalam.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan hingga kini pihaknya belum dapat memastikan besaran potensi gangguan perdagangan akibat memanasnya situasi geopolitik tersebut.

“Terkait berapa persen yang mungkin akan terganggu, ini tentunya perlu dilakukan kajian lebih lanjut. Namun sebagai gambaran, berikut ekspor dan impor dari negara jalur Selat Hormuz,” ujar Ateng dalam Rilis BPS, Senin, 2 Maret 2026.

Baca juga: Neraca Perdagangan RI Januari 2026 Surplus USD0,95 Miliar, Nonmigas Jadi Penopang

Sepanjang 2025, impor nonmigas Indonesia dari Iran tercatat sebesar USD8,4 juta, didominasi buah-buahan USD5,9 juta, besi dan baja USD0,8 juta, serta mesin dan peralatan mekanis USD0,7 juta.

Dari Oman, impor nonmigas mencapai USD718,8 juta, dengan komoditas utama besi dan baja senilai USD590,5 juta, bahan bakar organik USD56,7 juta, serta garam, belerang, batu dan semen USD44,2 juta.

Sementara itu, impor dari Uni Emirat Arab (UEA) mencapai USD1,4 miliar. Komoditas terbesar berupa logam mulia dan perhiasan USD511,1 juta, diikuti garam, belerang dan batu semen USD243,2 juta, serta aluminium dan barang daripadanya USD181,6 juta.

“Ternyata bukan hanya dari Australia dari UAE juga ternyata kita mengimpor logam mulia dan perhiasan Itu sebesar USD511,1 juta. Jadi lebih kecil dibandingkan dari Australia,” jelasnya.

Dari sisi ekspor, pengiriman nonmigas ke Iran tercatat USD249,1 juta, terdiri dari buah-buahan USD86,4 juta, kendaraan dan bagiannya USD34,1 juta, serta lemak dan minyak hewan/nabati USD22 juta.

Baca juga: Impor RI Tembus USD21,20 Miliar di Januari 2026, Naik 18,21 Persen

Ekspor nonmigas ke Oman mencapai USD428,8 juta, dengan komoditas utama lemak dan minyak hewan/nabati USD227,7 juta, kendaraan dan bagiannya USD64,2 juta, serta bahan mineral USD48,1 juta.

Adapun ekspor nonmigas ke UEA mencapai USD4,0 miliar. Rinciannya meliputi lemak dan minyak hewan/nabati USD510,3 juta, kendaraan dan bagiannya USD363,5 juta, serta logam mulia dan perhiasan USD183,6 juta. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Perkuat Jaringan Layanan di Sumatra, Sequis Life Resmikan Sequis Center Medan

Poin Penting Sequis Life menghadirkan pusat layanan terpadu Sequis Center Medan yang menggabungkan layanan nasabah… Read More

13 hours ago

Laporan dari Sidang Kasus Kredit Macet Sritex: Saksi Ahli, Bebaskan Para Bankir

Oleh: Tim Redaksi Infobank Semarang – Ada yang sangat kacau di negeri ini. Bukan soal… Read More

1 day ago

Catat Kinerja Solid di 2025, Tugu Insurance Terus Memperkuat Fundamental Bisnis

Tugu Insurance/TUGU telah mencatatkan kinerja solid sepanjang tahun buku 2025 dengan membukukan laba bersih sebesar… Read More

2 days ago

Purbaya Pertimbangkan Barter Geo Dipa untuk Akuisisi PNM

Poin Penting Kemenkeu mempertimbangkan skema pertukaran PNM dengan Geo Dipa untuk memperkuat penyaluran KUR. Fokus… Read More

2 days ago

Resmi! BRI Bagikan Dividen Rp52,1 Triliun, Cek Nilai per Sahamnya

Poin Penting BRI membagikan dividen tunai Rp52,1 triliun atau Rp346 per saham untuk Tahun Buku… Read More

2 days ago

Tren Kinerja Positif, Bank Banten Kelola RKUD Pemkab Serang

Dengan tren pencapaian kinerja perusahaan yang gemilang hingga Tahun 2025, Bank Banten berhasil dipercaya dan… Read More

2 days ago