Moneter dan Fiskal

BPS: Harga Beras Selama Oktober 2025 Turun

Poin Penting

  • Harga beras turun secara bulanan: BPS mencatat deflasi beras di Oktober 2025 terjadi di seluruh tingkat — penggilingan, grosir, hingga eceran.
  • Meski turun bulanan (mtm), harga beras secara tahunan (yoy) tetap meningkat; di penggilingan naik 5,62 persen, di grosir 5,26 persen, dan di eceran 3,86 persen.
  • Dari 39 provinsi, 23 mengalami deflasi harga beras, 3 stabil, dan 13 provinsi mengalami inflasi.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan rata-rata harga beras mengalami penurunan pada seluruh tingkat, baik penggilingan, grosir, hingga eceran pada Oktober 2025. Namun, secara tahunan rata-rata harga beras meningkat.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, Pudji Ismartini menyatakan secara historis, dalam lima tahun terakhir, beras mengalami inflasi di Oktober pada 2022 dan 2023. Sedangkan pada Oktober 2021, 2024, dan 2025 mengalami deflasi.

“Deflasi beras secara bulanan (mtm) di Oktober 2025 ini lebih dalam dibandingkan September 2025,” kata Pudji Ismartini, Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS, dalam Rilis BPS, Senin, 3 November 2025.

Baca juga: Neraca Perdagangan Indonesia Surplus USD4,34 Miliar pada September 2025

Dia menyatakan secara umum, 23 Provinsi mengalami deflasi, 3 Provinsi stabil, dan 13 Provinsi mengalami inflasi.

Kata Pudji, rata-rata harga beras dipenggilingan pada Oktober 2025 secara total turun 0,54 persen secara bulanan, tetapi naik sebesar 5,62 persen yoy.

Dia melanjutkan, untuk beras kualitas premium mengalami penurunan harga sebesar 0,71 persen mtm, namun naik 4,96 persen secara yoy. Harga beras kualitas medium juga menurun 0,46 persen mtm dan naik 6,13 persen secara tahunan.

Selain itu, beras di tingkat grosir pada Oktober 2025 terjadi deflasi sebesar 0,18 persen mtm, tetapi mengalami inflasi 5,26 persen secara tahunan (yoy).

Harga beras grosir menjadi sebesar Rp14.264 per kilogram, turun tipis dibandingkan bulan sebelumnya Rp14.290 per kilogram.

Baca juga: BPS: Ekspor RI Naik 8,14 Persen pada Periode Januari-September 2025

Di tingkat eceran, deflasi beras terjadi sebesar 0,27 persen mtm dan mengalami inflasi 3,86 persen yoy, atau menjadi sebesar Rp15.341 per kilogram, dibandingkan Agustus 2025 Rp15.383 per kilogram.

Adapun harga beras yang disampaikan merupakan rata-rata harga beras yang mencakup berbagai jenis kualitas dan juga mencakup seluruh wilayah di Indonesia. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Recent Posts

Purbaya Disebut Temukan Data Uang Jokowi Ribuan Triliun di Bank China, Kemenkeu: Hoaks!

Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More

1 hour ago

Lewat AKSes KSEI, OJK Dorong Transparansi dan Pengawasan Pasar Modal

Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More

3 hours ago

Penjualan Emas BSI Tembus 2,18 Ton, Mayoritas Pembelinya Gen Z dan Milenial

Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More

3 hours ago

Transaksi Syariah Card Melonjak 48 Persen, Ini Penopangnya

Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More

3 hours ago

Purbaya Siapkan Jurus Baru Berantas Rokok Ilegal, Apa Itu?

Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More

4 hours ago

Permata Bank Mulai Kembangkan Produk Paylater

Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More

4 hours ago