Ilustrasi - HRTA ungkap alasan permintaan emas tetap tinggi di tengah volatilitas harga. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas menjadi salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi di Februari 2026. Inflasi emas perhiasan pada Februari 2026 mencapai 8,42 persen dengan andil sebesar 0,19 persen.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu kelompok utama penyumbang inflasi Februari 2026, dengan tingkat inflasi sebesar 2,55 persen dan andil inflasi sebesar 0,19 persen.
“Tingkat inflasi kelompok ini, lebih besar jika dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan-bulan yang sama pada periode sebelumnya,” kata Ateng dalam Rilis BPS, Senin, 2 Maret 2026.
Baca juga: RI Alami Inflasi 0,68 Persen di Februari 2026, Ini Pemicunya
Ateng menjelaskan, komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah komoditas emas perhiasan. Bahkan, komoditas emas perhiasan telah mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut.
“Komoditas emas perhiasan ini juga telah mengalami inflasi secara month to month selama 30 bulan berturut-turut,” ungkapnya.
Adapun BPS mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan (mtm) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 110,50 dari 109,75 pada Januari 2026.
Pada kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2026 terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,54 persen, dengan memberikan andil 0,45 persen terhadap deflasi.
Baca juga: BPS Ungkap Nilai Ekspor-Impor RI dengan Negara Jalur Selat Hormuz
“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah daging ayam ras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, serta tomat, beras, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02 persen” jelas Ateng.
Sementara komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,19 persen dan tarif angkutan udara 0,02 persen.
“Selain itu, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi pada Februari 2026 antara lain, bensin dengan andil 0,05 persen,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Badan Gizi Nasional (BGN) menerapkan skema kerja hybrid (WFH-WFO) 50% untuk unit yang… Read More
Poin Penting Zulkarnain Sitompul menegaskan kredit macet tidak otomatis menjadi tindak pidana, melainkan bagian dari… Read More
Poin Penting Kadin mendorong dunia usaha meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi seiring pemberlakuan KUHP baru Perusahaan… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) dan Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi mengintegrasikan… Read More
Poin Penting PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menilai data backlog perumahan masih belum akurat… Read More
Poin Penting BTN meresmikan Ecopark Dago sebagai pusat pelatihan SDM berbasis konsep modern dan ramah… Read More