Moneter dan Fiskal

BPS: Emas Alami Inflasi Selama 30 Bulan Berturut-turut

Poin Penting

  • Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 0,68 persen (mtm), dengan IHK naik menjadi 110,50 dari 109,75 pada Januari 2026
  • Emas perhiasan menjadi salah satu penyumbang utama inflasi, mencatat inflasi 8,42 persen dengan andil 0,19 persen, serta mengalami kenaikan harga selama 30 bulan berturut-turut
  • Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi penyumbang inflasi terbesar dengan andil 0,45 persen.

Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat emas menjadi salah satu komoditas yang memberikan kontribusi besar terhadap inflasi di Februari 2026. Inflasi emas perhiasan pada Februari 2026 mencapai 8,42 persen dengan andil sebesar 0,19 persen.

Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono mengatakan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menjadi salah satu kelompok utama penyumbang inflasi Februari 2026, dengan tingkat inflasi sebesar 2,55 persen dan andil inflasi sebesar 0,19 persen.

“Tingkat inflasi kelompok ini, lebih besar jika dibandingkan bulan sebelumnya dan bulan-bulan yang sama pada periode sebelumnya,” kata Ateng dalam Rilis BPS, Senin, 2 Maret 2026.

Baca juga: RI Alami Inflasi 0,68 Persen di Februari 2026, Ini Pemicunya

Ateng menjelaskan, komoditas yang memberikan andil inflasi terbesar pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya adalah komoditas emas perhiasan. Bahkan, komoditas emas perhiasan telah mengalami inflasi selama 30 bulan berturut-turut.

“Komoditas emas perhiasan ini juga telah mengalami inflasi secara month to month selama 30 bulan berturut-turut,” ungkapnya.

Inflasi Februari 2026

Adapun BPS mencatat pada Februari 2026 terjadi inflasi sebesar 0,68 persen secara bulanan (mtm) atau terjadi kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) menjadi 110,50 dari 109,75 pada Januari  2026.

Pada kelompok pengeluaran, penyumbang inflasi terbesar pada Februari 2026 terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau yang mengalami inflasi 1,54 persen, dengan memberikan andil 0,45 persen terhadap deflasi.

Baca juga: BPS Ungkap Nilai Ekspor-Impor RI dengan Negara Jalur Selat Hormuz

“Komoditas yang dominan mendorong inflasi pada kelompok tersebut adalah daging ayam ras yang memberikan andil inflasi sebesar 0,09 persen, cabai rawit 0,08 persen, ikan segar 0,05 persen, cabai merah 0,04 persen, serta tomat, beras, dan telur ayam ras masing-masing sebesar 0,02 persen” jelas Ateng.

Sementara komoditas lain yang memberikan andil inflasi adalah emas perhiasan sebesar 0,19 persen dan tarif angkutan udara 0,02 persen.

“Selain itu, terdapat komoditas yang memberikan andil deflasi pada Februari 2026 antara lain, bensin dengan andil 0,05 persen,” pungkasnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

9 hours ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

10 hours ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

10 hours ago

Skenario Pengakhiran Perang AS-Israel Versus Iran

Oleh Mahendra Siregar, Pemerhati Geopolitik SAAT ini perang Amerika Serikat (AS)-Israel dengan Iran memasuki minggu… Read More

23 hours ago

Prabowo Klaim Pemulihan Bencana Aceh Tamiang Hampir 100 Persen

Poin Penting Prabowo Subianto menyebut pemulihan pascabencana di Aceh Tamiang hampir 100 persen, dengan warga… Read More

1 day ago

Waspada! Modus Fake BTS Kuras Rekening, Begini Cara Menghindarinya

Poin Penting Pelaku menggunakan perangkat ilegal untuk meniru menara BTS, sehingga bisa mengirim SMS phishing… Read More

1 day ago