Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam agenda Jumpa Pers BPS, Senin (2/2). (Tangkapan Layar YouTube BPS: Irawati)
Poin Penting
Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada periode Januari-Desember 2025 mencapai USD282,91 miliar. Capaian ini tumbuh 6,15 persen dibandingkan periode sama tahun lalu sebesar USD266,53 miliar.
“Total nilai ekspor sepanjang Januari-Desember 2025 mengalami peningkatan sebesar 6,15 persen dibanding periode yang sama tahun lalu. Andil utama peningkatan nilai ekspor disumbang oleh sektor industri pengolahan sebesar 10,77 persen,” ujar Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono dalam agenda Rilis BPS, Senin, 2 Februari 2026.
Baca juga: Nilai Ekspor RI hingga November 2025 USD256,56 Miliar, Naik 5,61 Persen
Secara rinci, sepanjang Januari-Desember 2025 ekspor migas tercatat sebesar USD13,07 miliar, turun 17,69 persen, bila dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar USD15,88 miliar.
Sementara itu, ekspor nonmigas meningkat 7,66 persen menjadi USD269,84 miliar, dibandingkan Januari-Desember 2024 sebesar USD250,65 miliar.
Kenaikan ekspor non migas terutama didorong oleh sektor industri pengolahan dan pertanian. Sektor industri pengolahan menjadi kontributor utama dengan andil pertumbuhan sebesar 10,77 persen.
“Ekspor sektor industri pengolahan yang naik cukup besar, yaitu minyak kelapa sawit, barang perhiasan dan barang berharga, kimia dasar organik yang bersumber dari hasil pertanian, logam dasar bukan besi, serta semikonduktor dan komponen elektronik lainnya,” jelasnya.
Sementara berdasarkan negara tujuan, nilai ekspor nonmigas ke Tiongkok sepanjang 2025 mencapai USD64,82 miliar atau tumbuh 7,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Jika dibandingkan secara kumulatif dengan periode yang sama tahun lalu, pada Januari-Desember 2025 ekspor nonmigas ke Amerika Serikat (AS), ASEAN, dan Uni Eropa mengalami peningkatan sementara ke India mengalami penurunan,” imbuhnya.
Adapun secara tahunan (year on year/yoy), nilai ekspor Indonesia pada Desember 2025 naik 11,64 persen yoy atau USD26,35 miliar pada Desember 2025, dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama sebesar USD23,60 miliar.
Ekspor tersebut terdiri dari ekspor nonmigas yang tumbuh 13,72 persen menjadi USD25,09 miliar dan ekspor migas turun cukup dalam sebesar 18,14 persen atau USD01,26 miiar.
Baca juga: Fasilitasi Ekspor Nonmigas, Pemerintah Luncurkan Pelayanan Satu Pintu
Ateng menjelaskan, peningkatan nilai ekspor pada Desember 2025 secara tahunan terutama didorong oleh kenaikan ekspor lemak dan minyak hewan/nabati sebesar 43,53 persen dengan andil 4,87 persen.
Selain itu, ekspor nikel dan barang daripadanya meningkat 59,92 persen dengan andil 2,03 persen, serta mesin dan perlengkapan elektronik beserta bagiannya tumbuh 22,08 persen dengan andil 1,26 persen. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More
Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More
Poin Penting AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan… Read More