Juni 2018, Ekspor Indonesia Naik 11,47% Menjadi US$13 Miliar
Jakarta– Badan Pusat Statistik (BPS) mencatatkan angka jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada Januari 2018 sebesar 1,04 juta kunjungan atau merosot sebesar 6,17 persen dari periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 1,11 juta kunjungan.
Kepala BPS Suhariyanto mengatakan terjadinya penurunan tersebut merupakan hal yang wajar akibat dari awal tahun dan selesainya musim liburan.
“Kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2018 dibanding Desember 2017 lebih rendah, karena pada Desember 2017 tersebut merupakan musim libur kedua, ini wajar,” kata Suhariyanto di kantor Pusat BPS Jakarta, Kamis 1 Maret 2018.
Baca juga: Sepanjang 2017 Kunjungan Wisman ke RI Capai 14,04 Juta Orang
Tercatat total jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada Januari 2018, jika dibandingkan Desember 2017 juga mengalami penurunan sebesar 9,36 persen dari sebelumnya 1,14 juta kunjungan.
Sementara dari jumlah kunjungan yang sebanyak 1,04 juta kunjungan tersebut, paling banyak berkunjung ialah wisatawan mancanegara berkebangsaan Malaysia sebanyak 16,45 persen, dilanjutkan Timor Leste 12,43 persen, Republik Rakyat Tiongkok (RRT) 9,80 persen, Australia 9,43 persen, dan yang terakhir Singapura 9,42 persen.
Dirinya juga menyebut, wisatawan mancanegara paling banyak mengunjungi Indonesia melalui angkutan udara, yakni mencapai 645,6 ribu kunjungan atau 62 persen dari total kunjungan. Sementara wisman yang menggunakan angkutan laut tercatat sebanyak 205,2 ribu kunjungan dan yang menggunakan angkutan darat sebanyak 188,9 ribu kunjungan. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More