Jakarta – PT BPR Syariah Harum Hikmahnugraha kembali menorehkan prestasi dengan menyabet penghargaan Juara 1 Kategori Inovasi Produk BPR Syariah untuk kelompok bank dengan aset Rp75 hingga Rp250 miliar dalam ajang BPR Syariah Award 2025.
Penghargaan yang berikan Himpunan Bank-bank Syariah (Himbarsi) ini sebagai apresiasi terhadap upaya BPR Syariah Harum Hikmahnugraha yang terus melahirkan produk-produk inovatif, relevan dengan kebutuhan masyarakat, serta sejalan dengan nilai-nilai ekonomi syariah.
Direktur Utama PT BPRS Harum Hikmahnugraha Martono menyampaikan penghargaan ini menjadi pemicu semangat bagi seluruh insan BPR Syariah Harum Hikmahnugraha untuk terus menghadirkan berbagai inovasi dan solusi keuangan syariah yang mudah dijangkau dan membawa manfaat nyata bagi seluruh lapisan masyarakat.
Baca juga: DPR Dukung BPR Perkuat Pembiayaan UMKM, Minta OJK Longgarkan Aturan
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat peranannya sebagai mitra lembaga keuangan yang tepercaya, modern, dan solutif,” jelas Martono dalam keterangan resminya, Selasa, 19 Agustus 2025.
Dengan produk-produk syariah inovatif dan layanan prima, kata Martono, bank ini berhasil menarik kepercayaan masyarakat dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi lokal.
Baca juga: OJK Ungkap 100 BPR/BPRS Tengah Jalani Proses Konsolidasi
“Ini (penghargaan) juga menjadi bukti perseroan dalam menjaga kualitas layanan dan kepuasan nasabah, serta menerapkan prinsip tata kelola bank syariah yang baik sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS),” tambah Martono.
Dengan diraihnya penghargaan ini, BPR Syariah Harum Hikmahnugraha semakin optimis memberikan kontribusi positif dalam pembangunan ekonomi syariah Indonesia di masa mendatang. (*)
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More
Poin Penting KB Bank balik laba Rp66,59 miliar di 2025 dari rugi Rp6,33 triliun pada… Read More
Poin Penting Bank Mandiri terbitkan global bond USD750 juta dengan kupon 5,25% dan tenor 5… Read More