Jakarta– Direktur Utama Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) bisa mendorong penguatan ekosistem industri syariah dengan berbagai kerjasama investasi maupun sidikasi dengan bank syariah dan sektor syariah lainnya.
Hal tersebut diungkap Achmad K. Permana pada diskusi virtual BPKH dengan Infobank dalam tema ‘Menjaga Transparansi Pengelolaan Dana Haji’. Menurutnya, selain penempatan dana haji di bank syariah, BPKH bisa melakukan sindikasi pembiayaan baik ke Rumah Sakit syariah maupun sektor lainnya dengan menggandeng bank syariah.
“Yang saya forward adalah kepentingan bagaimana BPKH itu bisa membangun industri perbankan syariah dan nanti industri halal,” kata Permana melaluo video conference di Jakarta, Senin 5 Juli 2021.
Permana juga mengusulkan beberapa alternatif pola investasi diantaranya pembiayaan Mudharabah Muqayyadah Bank Umum Syariah atau Unit Usaha Syariah (UUS).
“Pasti investasi-investasi yang dilakukan oleh BPKH pun kepada industri halal, dan ini akan sejalan sekali dengan dari industri perbankan syariah,” tambah Permana.
Tercatat, posisi dana haji yang dikelola BPKH sampai dengan bulan Desember 2020 mengalami peningkatan 16,56 % atau menjadi sebesar Rp144,91 triliun, terdiri dari Rp141,32 triliun alokasi dana penyelenggaraan Ibadah haji dan Rp3,58 triliun Dana Abadi Umat. Dana haji aman dikelola oleh BPKH dapat dilihat dari Rasio Solvabilitas dan Rasio Likuiditas wajib. (*)
Poin Penting Menag Nasaruddin Umar melaporkan ke KPK soal penerimaan fasilitas jet pribadi dari OSO… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa menindak alumni LPDP yang menghina Indonesia dan mewajibkan pengembalian… Read More
Poin Penting Ombudsman dorong Bank Jambi segera memulihkan layanan digital demi kenyamanan dan keamanan seluruh… Read More
Poin Penting Hingga Januari 2026, realisasi belanja pemerintah pusat capai Rp131,9 triliun, melonjak 53,3 persen… Read More
Oleh Hendra Febri, S.H., M.H, Praktisi Hukum, Banker, dan Lawyer PADA 4 Februari 2026, Pemerintah… Read More
Poin Penting Lemahnya kontrol akses, monitoring belum real-time, dan pengawasan vendor jadi titik rawan industri… Read More