Poin Penting
Jakarta – Untuk keempat kalinya, Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) kembali meluncurkan program “Balik Kerja Bareng BPKH 2026”. Program ini bertujuan membantu masyarakat kembali ke perantauan setelah masa libur Lebaran berakhir.
Tahun ini, ditargetkan program Balik Kerja Bareng BPKH 2026 bisa melayani 2.700 peserta yang diangkut menggunakan armada bus eksekutif dengan empat titik keberangkatan. Di antaranya Lampung, Yogyakarta, Solo, dan Surabaya.
Anggota Badan Pelaksana BPKH, Sulistyowati, menyampaikan bahwa program ini merupakan bentuk distribusi nilai manfaat dari dana abadi umat. Seluruh pendanaan program ini tidak menggunakan dana setoran awal haji milik jemaah.
Baca juga: WFA Dinilai Efektif Atur Mudik Nataru, Ini Respons DPR
“Kami memastikan bahwa kegiatan kemaslahatan ini bersumber dari nilai manfaat hasil pengelolaan Dana Abadi Umat (DAU), di mana dana pokoknya tetap utuh dan terus bertambah,” jelasnya dalam konferensi pers di Jakarta, 11 Februari 2026.
Untuk mendukung program tersebut, Sulistyowati melanjutkan BPKH mengalokasikan dana Rp1,5 miliar yang berasal dari nilai manfaat DAU. Dana tersebut tak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Tahun ini sama (dana) yang disiapkan sekitar Rp1,5 miliar. Ada tambahan kuota bus tahun ini, masing-masing (keberangkatan) jadi 15 bus, sedangkan kota keberangkatan memang jadi empat, yang awalnya lima (tahun lalu),” tambah Sulistyowati.
Keberangkatan dibagi menjadi dua gelombang berdasarkan wilayah:
Seluruh armada bus memiliki tujuan akhir di beberapa terminal utama di Jabodetabek, yakni Pulo Gebang, Kampung Rambutan, Poris, dan Baranangsiang.
Baca juga: Pemerintah Terapkan WFA Sebelum dan Setelah Lebaran 2026, Catat Tanggalnya!
Pendaftaran dibuka untuk masyarakat umum dengan syarat utama satu keluarga maksimal terdiri dari 5 orang yang terdaftar dalam satu Kartu Keluarga (KK).
Masyarakat yang berminat wajib mengisi formulir secara daring melalui tautan resmi: https://bpkh.go.id/balik-kerja-2026.
Sekadar informasi tambahan, dalam pelaksanaan Program Balik Kerja Bareng ini, BPKH berkolaborasi dengan empat Mitra Kemaslahatan, yaitu Baitulmaal Muamalat (BMM), Rumah Zakat, Solo Peduli, dan Lembaga Amil Zakat Ummul Quro (LAZUQ). (*)
Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More
Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More
Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More
Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More
Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More