Jakarta – Komisi XI DPR RI telah melakukan rapat konsultasi dengan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kelanjutan penanganan kasus Jiwasraya dan Asabri. Tak tanggung-tanggung, dalam rapat tersebut juga membahas mengenai kinerja Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang dinilai lalai sehingga kasus tersebut dapat terjadi.
Ketua BPK Agung Firman Sampurna menyebutkan, pihaknya telah memeriksa OJK dalam kasus asuransi milik negara tersebut. “Kesepakatan kami tadi terkait pemeriksaan yang akan dilaksanakan, yakni pemeriksaan OJK dan saran pemeriksaan secara reguler,” kata Agung di Kantor Pusat BPK Jakarta, Senin 3 Febuari 2020.
Ditemui di tempat yang sama, Ketua Komisi XI DPR RI Dito Ganinduto menyebut pemeriksaan investigasi telah dilakukan bukan hanya kepada OJK namun juga pada Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Kementerian BUMN. “Kami adakan konsultasi dengan BPK progres investigasi Jiwasraya, Asabri dan OJK juga telah selesai tahap pertama investigasi bertahap,” tambah Dito.
Selain itu anggota Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun juga mengatakan, pemeriksaan terhadap OJK telah sampai pada tahap audit investigasi mengenai fungsi pengawasan OJK terhadap Jiwasraya tersebut. “Sekarang mereka sudah masuk dalan tahapan audit investigasi. Mereka minta akan segera dituntaskan,” ucapnya.
Kinerja OJK sendiri dinilai lalai dalam pengawasan, kenadti beberapa pelaku industri telah melakukan pembayaran iuran ke OJK. (*)
Poin Penting PT Asuransi Central Asia (ACA) telah membayarkan klaim sebesar USD 11,04 juta atas… Read More
PT Asuransi Central Asia (ACA) membayarkan klaim senilai USD 11,04 juta kepada PT PLN Batam,… Read More
Bank Mandiri secara konsolidasi berhasil mencatatkan kinerja solid di sepanjang 2025 tercermin dari penyaluran kredit… Read More
Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk membidik nilai transaksi hingga Rp45 miliar dalam penyelenggaraan Cathay… Read More
Poin Penting Purbaya Yudhi Sadewa menilai penurunan outlook peringkat kredit Indonesia oleh Moody’s hanya bersifat… Read More
Poin Penting WHO mencatat 74 persen kematian global disebabkan penyakit tidak menular, dengan 17 juta… Read More