News Update

BPJS Ketenagakerjaan Gandeng Himperra untuk Optimalisasi Program MLT Perumahan Pekerja

Jakarta – BPJS Ketenagakerjaan bersama Himpunan Pengembang Permukiman dan Perumahan Rakyat (Himperra) bersinergi untuk meningkatkan efektivitas pelaksanaan program Manfaat Layanan Tambahan (MLT) perumahan pekerja.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mempercepat pengurangan backlog perumahan yang masih tinggi di Indonesia.

Direktur Pelayanan BPJS Ketenagakerjaan, Roswita Nilakurnia menjelaskan, MLT selama ini lebih banyak dimanfaatkan oleh pekerja, meskipun program ini juga memberikan keuntungan bagi pengembang melalui kemudahan pembiayaan berupa kredit konstruksi hingga 80 persen dari nilai proyek.

Baca juga : Begini Jurus BPJS Ketenagakerjaan dan Perumnas Penuhi Kebutuhan Rumah Bagi Pekerja

“Kami semangat untuk merealisasikan kerja sama ini karena menjadi bagian dari upaya kita untuk mempercepat pemenuhan gap backlog perumahan yang masih tinggi. Dengan adanya sinergi ini diharapkan para pengembang yang bisa lebih banyak membangun rumah untuk para pekerja,” ujarnya, dikutip Jumat, 20 Desember 2024.

Berdasarkan data pihaknya, sejak 2017 hingga November 2024, BPJS Ketenagakerjaan telah menyalurkan MLT sebanyak 4.742 unit senilai Rp1,45 Triliun.

Pihaknya optimistis angka tersebut dapat terus meningkat seiring banyaknya rumah yang dapat disediakan oleh para anggota Himperra.

Baca juga : Dirut BPJS Ketenagakerjaan Anggoro Eko Cahyo Raih Top 100 CEO 2024

Imbauan Perlindungan Sosial bagi Pekerja

Selain mendorong pemanfaatan MLT, Roswita juga kembali mengimbau para anggota Himperra untuk memberikan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan kepada para pekerja yang ada di ekosistemnya agar seluruhnya bisa Kerja Keras Bebas Cemas.

“Sesuai dengan tugas utama kami untuk memberikan perlindungan bagi para pekerja, saya mengimbau bagi semua anggota Himperra mendaftarkan seluruh pekerjanya termasuk para pekerja konstruksinya, sehingga risiko yang mereka hadapi akan dijamin BPJS Ketenagakerjaan, sehingga meminimalisir beban finansial dari perusahaan pengembang itu sendiri,” kata Roswita.

“Selain itu MLT perumahan ini akan optimal jika seluruh ekosistem program perumahan saling berkolaborasi. Semoga kerja sama ini dapat membawa manfaat yang besar bagi seluruh peserta program BPJS Ketenagakerjaan dan bersama-sama kita menjadikan kerjasama ini sebagai tonggak awal menuju masa depan yang lebih cerah bagi para pekerja Indonesia,” tandasnya.

Himperra Sambut Positif

Ketum Himperra, Ari Tri Priyono menyambut baik kolaborasi yang telah terjalin dan sekaligus mendorong seluruh anggota Himperra untuk segera menindaklanjuti kerja sama tersebut dengan memastikan perusahaannya telah terdaftar sebagai peserta BPJS ketenagakerjaan.

“Tentu ini akan memberikan stimulus yang luar biasa tentang pembangunan rumah. Dengan masuknya BPJS Ketenagakerjaan ke dunia perumahan nasional kita, semoga bisa berkali lipat, seperti yang diharapkan oleh pemerintah. Semoga setiap tahun kita bisa membangun tiga juta rumah untuk rakyat,” pungkasnya. (*)

Editor: Yulian Saputra

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

Kriminalisasi Kredit Macet: Banyak Analis Kredit yang Minta Pindah Bagian dan Bahkan Rela Resign

Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More

2 hours ago

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

14 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

15 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

15 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

21 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

22 hours ago