News Update

BPJS Kesehatan Terus Defisit, Wamenkeu Salahkan Peserta Mandiri

Jakarta – Defisit keuangan yang terus didera oleh BPJS Kesehatan diharap dapat berkurang seiring dengan penyesuaian tarif iuran yang akan dilaksanakan pada tahun 2020.

Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Mardiasmo mengungkapkan, ada masalah yang menyebabkan defisit BPJS Kesehatan berdarah-darah salahsatunya adanya peserta bukan penerima upah (PBPU) atau Mandiri yang tidak taat membayar iuran.

“Sebenarnya yang membuat bleeding (berdarah-darah) itu PBPU 32 juta orang, yang lain itu tidak membuat bleeding Nah ini lah sumber BPJS defisit. Karena dia mendaftar pada saat sakit, setelah mendapat layanan kesehatan dia berhenti,” kata Mardiasmo di Jakarta, Senin 7 Oktober 2019.

Dirinya menyebut, peserta PBPU tersebut hanya membayar iuran seperlunya saja. Bahkan, bisa dikatakan peserta tersebut hanya membayar iuran sekitar 50% dari iuran yang seharusnya dibayarkan.

Oleh karena itu, Pemerintah dalam hal ini Kementerian Keuangan, Kementerian Kesehatan dan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan terus berupaya meningkatkan regulasi guna lebih membuat masyarakat taat terhadap pembayaran iuran.

Tercatat, berdasarkan data kepesertaan yang dimiliki oleh BPJS Kesehatan, jumlah kesepesertaan program JKN hingga 30 September 2019 mencapai 221,20 juta peserta. Hal tersebut terbagi dari 131 juta peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI), 51 juta peserta Pekerja Penerima Upah (PPU), 32,6 juta peserta peserta bukan penerima upah (PBPU) atau Mandiri serta 5 juta peserta bukan pekerja (BP). (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

Bank Mandiri Pastikan Livin’ Siap Temani Transaksi Nasabah Sepanjang Libur Idul Fitri

Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More

3 hours ago

Sidang Isbat Tetapkan Idul Fitri 1447 H Jatuh pada 21 Maret 2026, Ini Alasannya

Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More

3 hours ago

Bank Mandiri Berangkatkan 10.000 Pemudik Gratis, Ini Fasilitasnya

Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More

4 hours ago

Laba Adi Sarana Armada (ASSA) Melesat 81 Persen di 2025, Bisnis Ini Paling Ngebut

Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More

6 hours ago

Pendapatan Agung Podomoro Land (APLN) Tembus Rp3,57 Triliun, Ini Penyumbang Terbesarnya

Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More

8 hours ago

Macet Mudik Tak Terhindarkan karena Transaksi Tol, Ini Solusinya

Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More

8 hours ago