Kepala Divisi Umum Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), Adi Sucipto (kanan), bersama Kepala Kanwil DJPB Bali, Muhamad Mufti Arkan, usai aacara Kunjungan Kerja Media "Kontribusi Kakao untuk APBN dan Perekonomian Nasional", di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin, 24 November 2025. (Foto: Julian)
Poin Penting
Bali – Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kementerian Keuangan menargetkan peremajaan 5.000 hektare perkebunan kakao secara nasional pada 2026. Program ini ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas kakao Indonesia.
“Sentra kakao itu di antaranya Jawa Timur, Bali dan Yogyakarta,” ujar Kepala Divisi Umum BPDP, Adi Sucipto, dalam Kunjungan Kerja Media “Kontribusi Kakao untuk APBN dan Perekonomian Nasional”, di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Senin, 24 November 2025.
Baca juga: Asei Dukung Pelaku Usaha Kopi dan Kakao Jabar Rambah Pasar Filipina
Adi menambahkan bahwa realisasi target nasional menyesuaikan ketersediaan bibit kakao dan regulasi yang tengah digodok Kementerian Pertanian. Legalitas lahan dan kesiapan petani untuk mengikuti program sukarela juga menjadi faktor kunci.
“Tapi, kami ingin ada kepastian bahwa lahan mereka itu clean and clear,” lanjut Adi.
BPDP juga mendorong pendirian tempat pembenihan baru untuk mendukung ketersediaan bibit kakao yang berkualitas dan memenuhi standar nasional.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Kakao Indonesia, Soetanto Abdoellah, menyebut luas perkebunan kakao Indonesia mencapai sekitar 1,3 juta hektare, dengan 99 persen dikelola oleh rakyat.
Baca juga: LPEI Dorong Peningkatakn Ekspor Biji Kakao dari Desa Nglanggeran
Produksi biji kakao nasional diperkirakan mencapai 180 ribu–200 ribu ton per tahun, menurut data Organisasi Internasional Kakao (ICCO).
Dari sisi ekonomi, sektor kakao memberikan kontribusi signifikan bagi APBN. Pada 2024, pajak dari kakao mencapai Rp3,7 triliun dan bea keluar Rp240 miliar.
Tahun 2025, realisasi bea keluar periode Januari–September tercatat Rp150,7 miliar, dan pungutan ekspor yang berlaku sejak 22 Oktober 2025 sudah mencapai Rp48,8 juta. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More