Categories: Perbankan

BPD Berminat Ikut Laku Pandai Tahun Depan

BPD harus terlebih dahulu menyiapkan teknologi dan Sumber Daya Manusia untuk mendukung program Laku Pandai. Rezkiana Nisaputra

Jakarta–Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengaku, dalam revisi Rencana Bisnis Bank (RBB) 2015 yang diterimanya di pertengahan tahun ini, belum ada tambahan bank yang berminat mengikuti Program Layanan Keuangan Tanpa Kantor dalam rangka Keuangan Inklusif (Laku Pandai).

Sebagaimana diketahui, di sepanjang tahun 2015 ini, sudah ada 17 bank yang telah mengantongi izin untuk menggelar Program Laku Pandai yang dicanangkan OJK. Ke 17 bank tersebut dinilai OJK telah mapan dalam sistem mobile banking dan memiliki cabang di Kawasan Indonesia Timur.

Meski demikian, Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Nelson Tampubolon mengungkapkan, bahwa dalam RBB industri perbankan 2016, diperkirakan akan banyak bank yang akan mengajukan izin ke OJK untuk mengikuti program Laku Pandai, terutama Bank Pembangunan Daerah (BPD).

“Itu kan revisi RBB terakhir belum ada, tapi kemungkinan untuk RBB di 2016 itu bakal banyak. BPD beberapa menyatakan minat, mereka ingin sekali,” ujar Nelson di Jakarta, Senin, 27 Juli 2015.

Oleh sebab itu, kata Nelson, BPD harus terlebih dahulu menyiapkan teknologinya dan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mendukung program Laku Pandai tersebut. Akan tetapi, OJK belum bisa menyebutkan ada berapa BPD yang berminat untuk ikut program OJK tersebut.

“Ada berapa banyak di 2016 saya belum tau, tapi mereka harus siapkan teknologi, SDM dan lain-lain. Tapi yang pasti beberapa BPD sudah menyatakan minat mereka untuk ikut program Laku Pandai,” tukasnya.

Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa sejauh ini OJK berharap agar bank-bank dapat segera ikut program Laku Pandai, sehingga dengan semakin banyaknya agen-agen Laku Pandai maka, akan semakin banyak juga akses keuangan ke masyarakat luas.

“Mereka harus mulai menyiapkan diri. Jadi nanti di RBB 2016 kita lihat saja nanti yaa ada berapa BPD yang minat,” tutup Nelson. (*) @rezki_saputra

Paulus Yoga

Recent Posts

Ini Plus Minus Implementasi Demutualisasi BEI

Poin Penting Rencana demutualisasi BEI yang ditargetkan rampung kuartal I 2026 dinilai terlalu agresif dan… Read More

29 mins ago

DPR Soroti Konten Sensasional Jadi Pintu Masuk Judi Online

Poin Penting DPR menilai konten digital berjudul sensasional menjadi pintu masuk masyarakat ke praktik judi… Read More

38 mins ago

Program Gentengisasi Prabowo, Menkeu Purbaya Proyeksi Anggaran Tak Sampai Rp1 T

Poin Penting Menkeu Purbaya memproyeksikan anggaran program gentengisasi sekitar Rp1 triliun, bersumber dari dana cadangan… Read More

2 hours ago

Fundamental Kokoh, Bank BPD Bali Catatkan Pertumbuhan Positif dan Rasio Keuangan Sehat

Poin Penting Bank BPD Bali mencatat laba bersih Rp1,10 triliun (tumbuh 25,39 persen yoy), aset… Read More

2 hours ago

Demutualization of the IDX, a “Bloodless” Coup Three OJK Commissioner Resign Honourably

By: Eko B. Supriyanto, Editor-in-Chief of Infobank Three commissioners of the Financial Services Authority (OJK)… Read More

2 hours ago

Danantara Dukung Reformasi Pasar Modal dan Kebijakan Free Float OJK, Ini Alasannya

Poin Penting Danantara menyatakan dukungan penuh terhadap reformasi pasar modal yang digulirkan OJK, termasuk kebijakan… Read More

4 hours ago