News Update

BPD Bali Adopsi Teknologi AI IBM untuk Layanan Nasabah

Denpasar – PT Bank Pembangunan Daerah Bali (BPD Bali) berkomitmen pada pelayanan maksimal bagi nasabah dengan adopsi solusi VisionAnalytics dari PT Multipolar Technology Tbk (Multipolar Technology) yang dibangun di atas IBM Cognos Analytics untuk memudahkan aksesibilitas terintegrasi dalam membuat pelaporan. Teknologi ini memanfaatkan Artificial Intelligence (AI) yang memungkinkan bank untuk meningkatkan adopsi teknologi dan menyederhanakan proses bisnis guna meningkatkan layanan kepada nasabah.

“Sebagai agen pembangunan daerah, Bank BPD Bali bekerja sama baik dengan pemerintah pusat maupun organisasi non pemerintah lainnya sebagai upaya kontribusi bagi pembangunan ekonomi masyarakat Bali melalui penyaluran pinjaman khusus bagi usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi. Untuk itu kami memerlukan sebuah sistem terintegrasi yang bisa memudahkan kami dalam membuat keputusan dan pada akhirnya meningkatkan pelayanan kami kepada para nasabah,” ujar Ida Bagus Gede Setia Yasa, S.Kom., M.M., Direktur Operasional Bank BPD Bali melalui keterangan resminya, Jumat 30 April 2021.

Menurutnya, bank memerlukan wawasan yang luas dalam membuat keputusan agar sejalan dengan arah bisnis, tren dan kebutuhan nasabah.  Dengan sumber data yang tersebar di berbagai sistem dan aplikasi, diperlukan solusi yang tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut selain pembuatan laporan yang akurat dan cepat.

“Untuk memenuhi kebutuhan Bank BPD Bali, kami menawarkan solusi VisionAnalytics yaitu sebuah Banking Data Model yang dilengkapi dengan analisis, dashboard, dan laporan khusus untuk perbankan. Solusi ini dibangun di atas IBM Cognos Analytics sehingga memudahkan dalam melakukan implementasi Data Warehouse dan Business Intelligence,” ungkap Wahyudi Chandra, Presiden Direktur Multipolar Technology.

Solusi ini memudahkan sentralisasi data dan meningkatkan kualitas informasi yang dihasilkan agar memudahkan para pembuat keputusan dalam melakukan eksekusi bisnis. Selain itu, pemanfaatan solusi ini juga memberikan kemudahan akses terhadap informasi penting terbaru kapan saja dan di mana saja melalui dashboard yang tersedia.

“Lingkungan saat ini (era Covid) telah membuat pelanggan menginginkan kegiatan online untuk itu diperlukan teknologi yang tangkas, aman dan terukur di sektor perbankan. Menanggapi perubahan sikap tersebut dan untuk menciptakan bisnis yang lebih besar, Bank BPD Bali memanfaatkan IBM Cognos Analytic, sebuah platform AI business intelligence yang didukung siklus analisa lengkap mulai dari awal hingga operasional,” ucap Tan Wijaya, Presiden Direktur IBM Indonesia.

Implementasi solusi ini memungkinkan Bank BPD Bali untuk meningkatkan kinerja aplikasi yang dimilikinya dengan teknologi terkini yang mumpuni. Tidak hanya mampu dengan cepat membuat keputusan strategis dengan berbasis pada data, namun juga berdampak besar pada bagaimana Bank BPD Bali bisa dapat terus meningkatkan layanan bagi nasabahnya. (*) Ari Nugroho

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

6 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

7 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

7 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

7 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

11 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

14 hours ago