Categories: Ekonomi dan Bisnis

Boss BUMN : Darmin Cocok di Menko Perekonomian

Bos Pertamina dan  Garuda menilai sosok Darmin sangat tepat menjabat sebagai Menko Perekonomian, karena sangat berpengalaman dibidang ekonomi makro. Dwitya Putra

Jakarta – Presiden Joko Widodo (Jokowi) kemarin telah resmi melakukan reshuffle Kabinet Kerja dengan melantik 6 (enam) Menteri baru di Istana Negara.

Adapun enam Menteri baru yang di lantik oleh Presiden Jokowi, yakni Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian, Rizal Ramli  sebagai Menko Kemaritiman, Pramono Anung sebagai Seskab, Sofyan Djalil Kepala Bappenas, Luhut Binsar Pandjaitan menjadi Menko Polhukam, dan Thomas Lembong menjadi Menteri Perdagangan.

Hal yang menarik adalah masuknya nama Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian. Banyak pandangan dan tanggapan terkait lelaki yang pernah menjabat sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) tersebut.

Tidak hanya dari kalangan perbankan, bos-bos perusahaan BUMN juga tidak mau kalah dengan ikut mengomentari terpilihnya Darmin.

Contohnya saja Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto. Menurut lelaki yang juga pernah menjabat sebagai Direktur Semen Indonesia itu, sosok Darmin sangat tepat menjabat sebagai Menko Perekonomian, karena sangat berpengalaman dibidang ekonomi makro.

Dia berharap, terpilihnya Darmin bisa membawa perekonomian kedepan jadi lebih baik lagi.

“Ia (Darmin) bagus dan berpengalaman. Kita berharap kedepan dengan masuknya pak Darmin perekonomian bisa lebih baik lagi, karena ada integrasi yang lebih baik,” kata Dwi kepada Infobank saat ditemui di Kementrian BUMN.

Hal serupa juga dikatakan Direktur Utama, Garuda Indonesia, Arif Wibowo. Menurutnya kemarin merupakan momen yang tepat dilakukan presiden dalam melakukan reshuffle sejumlah menterinya.

Langkah tersebut dilakukan untuk accelerate atau mempercepat apa yang Indonesia hadapi saat ini.

Ia mengatakan, tim yang dibentuk presiden sudah sangat tepat. Terlebih masuknya Darmin Nasution. Karea Darmin dinilainya sosok yang tepat.

“Yang saya tau Beliau adalah orang yang piawai mendorong tim, khususnya di bidang ekonomi,” pungkas Arif. (*) @dwitya_putra14

Apriyani

Recent Posts

Teknologi Terpadu Tekan Risiko Gangguan Operasional IT

Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More

4 hours ago

Menko Airlangga Pamer Capaian Pertumbuhan Ekonomi 5,11 Persen, di Atas Negara-Negara Besar

Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More

4 hours ago

Pemerintah Stop Subsidi Motor Listrik di 2026, Adira Finance: Penurunan Kredit Signifikan

Poin Penting Pemerintah resmi menghentikan subsidi motor listrik pada 2026, melanjutkan kebijakan tanpa insentif sejak… Read More

4 hours ago

Asuransi Kesehatan Kian Menguat, OJK Catat 21 Juta Polis

Poin Penting OJK mencatat jumlah polis asuransi kesehatan mencapai sekitar 21 juta, sebagai bagian dari… Read More

4 hours ago

OJK Soroti Indikasi Proyek Fiktif di Fintech Lending, Minta Penguatan Tata Kelola

Poin Penting OJK menyoroti indikasi proyek fiktif di fintech lending dan menegaskan praktik fraud akan… Read More

5 hours ago

Risiko Banjir Meningkat, MPMInsurance Perkuat Proteksi Aset

Poin Penting Risiko banjir dan bencana meningkat, mendorong pentingnya proteksi aset sejak dini melalui asuransi… Read More

5 hours ago