Poin Penting
Jakarta – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) baru saja melakukan pemisahan bisnis dan aset Wholesale Fiber Connectivity ke anak usahanya, yakni PT Telkom Infrastruktur Indonesia (PT TIF) atau InfraNexia. Apakah ini menjadi sinyal Telkom mendorong InfraNexia Initial Public Offering (IPO)?
Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama TLKM, Dian Siswarini mengatakan, pihaknya masih belum berencana untuk melakukan penawaran umum perdana saham atau IPO InfraNexia ke lantai bursa.
Lanjut Dian, perseroan masih akan berfokus pada aksi pemisahan bisnis dan aset kepada PT TIF yang saat ini baru rampung sekitar 50 persen. Aksi korporasi tersebut ditargetkan akan selesai pada tahun depan dan 99,99 persen bisnis InfraNexia beralih ke PT TIF.
Baca juga: Telkom Resmi Lepas Bisnis dan Aset Fiber Rp90 Triliun ke InfraNexia
“Karena memang sekarang ini fokus kami masih ke dalam menyelesaikan proses spin-off asset wholesale fiber connectivity yang sekarang kami selalu lakukan untuk tahap 1 dan nanti untuk tahap 2nya di semester pertama tahun 2026,” ucap Dian dalam Konferensi Pers di Jakarta, 18 Desember 2025.
Dian juga menyampaikan bahwa, setelah pemisahan bisnis dan aset rampung, Telkom Group sebagai induk akan memastikan bisnis dari InfraNexia dapat berjalan efisien dan optimal.
“Nah setelah pemisahan tersebut tuntas, tentu InfraNexia ini harus bisa menjadi pemilik aset dan bisa menjalankan wholesale connectivity business dengan efisien dan juga optimal,” imbuhnya.
Baca juga: Telkomsigma Kenalkan Digitalisasi Mikro Banking Berbasis AI untuk BPR dan Koperasi
Meski demikian, masih ada kemungkinan bagi PT TIF melakukan IPO ataupun menggandeng mitra strategis. Namun, prioritas PT TIF saat ini dapat membawa pertumbuhan yang lebih tinggi dan dapat menjadi nilai tambah untuk Telkom Group.
“Opsi masih terbuka, baik itu IPO maupun menggandeng mitra strategis karena prioritas tadi yang dikatakan masih memastikan bahwa Infranexia bisa menjadi entitas FiberCo yang mumpuni, yang bisa membawa pertumbuhan yang lebih tinggi lagi untuk platform dan bisa meng-create value terhadap Telkom Group sehingga nilai atau value itu bisa menjadi lebih optimal. Jadi dari jawabannya masih terbuka kemungkinannya belum dipastikan sebagai suatu keputusan di saat sekarang,” tutupnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting MR.DIY Indonesia menargetkan pembukaan sekitar 270 toko baru pada 2026. Ekspansi didukung arus… Read More
Poin Penting Ekonom Permata Bank menilai geopolitik dan pasar global menjadi tantangan ekonomi 2026. Konflik… Read More
Poin Penting Jasindo masih memverifikasi kerusakan aset akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatra. Nilai kerugian… Read More
Poin Penting Ekonom Permata menilai kepemimpinan baru OJK diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan pasar. Transformasi integritas… Read More
Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) atau Bursa Komoditi dan Derivatif Indonesia (BKDI) mengadakan ICDX… Read More
Poin Penting RUPSLB KB Bank menunjuk Tae Doo Kwon sebagai Wakil Komisaris Utama menggantikan Seng… Read More