Moneter dan Fiskal

Bos OJK Sebut Sektor Jasa Keuangan di Kuartal III 2025 Tetap Stabil, Ini Buktinya

Poin Penting

  • Stabilitas keuangan nasional terjaga, tercermin dari IHSG yang menguat 16,36 persen (qtq) per September dan terus mencetak All Time High di level 8.275 pada 31 Oktober 2025.
  • Intermediasi perbankan tetap solid, dengan pertumbuhan kredit 7,7 persen yoy menjadi Rp8.192 triliun dan rasio NPL gross terjaga di level 2,64 persen.
  • Industri asuransi menunjukkan ketahanan, dengan aset mencapai Rp1.181 triliun dan tingkat risk based capital (RBC) jauh di atas batas ketentuan.

Jakarta – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap stabil di tengah masih tingginya ketidakpastian geopolitik dan tensi perdagangan global.

Ketua Dewan Komisioner OJK, Mahendra Siregar, mengatakan hal tersebut tercermin dari pasar saham dalam negeri yang menunjukkan kinerja positif di kuartal III 2025. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), misalnya, menguat 16,36 persen secara kuartalan (qtq) per 30 September 2025.

“Memasuki awal kuartal IV, IHSG melanjutkan tren penguatan dan berapa kali mencatatkan posisi All Time High (ATH), dengan indeks ditutup pada level 8.163 per 31 Oktober 2025 atau terapresiasi sebesar 15,31 persen year to date (ytd),” ucap Mahendra dalam Konferensi Pers KSSK di Jakarta, 3 November 2025.

Baca juga: OJK: Sektor Jasa Keuangan Harus Berperan Aktif Dorong Ekonomi Berkelanjutan

Tidak hanya itu, kata Mahendra, pada sore ini IHSG berhasil ditutup pada posisi 8.275 yang merupakan tingkat penutupan tertinggi atau All Time High (ATH).

Penghimpunan dana pasar modal domestik juga terpantau tetap kuat per 31 Oktober 2025. Nilai penawaran umum di pasar modal domestik mencapai Rp198,8 triliun dan dalam pipeline tercatat 27 rencana penawaran umum dengan nilai indikatif Rp21,8 triliun.

Intermediasi Perbankan

Sementara itu, kinerja intermediasi perbankan tercatat stabil. Profil risiko yang terjaga, di mana pertumbuhan kredit perbankan September 2025 mencatat pertumbuhan 7,7 persen year-on-year (yoy) menjadi Rp8.192 triliun.

Pertumbuhannya didorong oleh kredit investasi yang naik 15,18 persen. Kemudian, disusul oleh kredit konsumsi 7,42 persen, dan kredit modal kerja tumbuh 3,27 persen.

Kualitas kredit juga tetap terjaga dengan rasio Non-Performing Loan (NPL) gross sebesar 2,64 persen dan net 0,87 persen.

Baca juga: Bahaya Praktik “Jual-Beli Kendaraan STNK Only”: Ancaman bagi Multifinance, Bank, dan Asuransi

Beralih ke sektor peasuransian, penjaminan, dan dana pensiun (PPDP), OJK mencatat aset industri asuransi per September mencapai Rp1.181 triliun atau tumbuh 3,99 persen.

Secara umum, permodalan industri asuransi komersial memadai dan solid, dengan risk based capital (RBC) industri asuransi jiwa sebesar 481,94 persen, serta asuransi umum dan reasuransi 336,88 persen jauh di atas ambang batas 120 persen. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

8 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

15 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago