OJK Imbau Konsorsium Muamalat Resmikan Escrow Account Rp4 Triliun
Jika kondisi saat ini tidak mengalami perubahan sampai dengan tahun depan, maka aturan ini tidak akan ada pengaruhnya. Dwitya Putra
Jakarta–Direktur Utama Bank Muamalat Indonesia, Endy Abdurrahman punya pandangan pesimistis terkait kebijakan pelonggaran plafon kredit atau loan to value (LTV) yang belum lama ditetapkan.
Pasalnya kebijakan ini dikeluarkan di waktu yang kurang tepat. Sehingga pengaruhnya sangat minim dan kemungkinan baru bisa dirasakan dalam waktu beberapa bulan ke depan.
“Kita melihat dampaknya tidak akan besar, kalaupun ada mungkin baru bisa dirasakan dalam beberapa bulan kedepan,” kata Endy di Restoran Seribu Rasa, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Apa lagi lanjut Endy, dalam kondisi saat ini daya beli masyarakat sedang menurun lantaran perekonomian tengah melambat.
Sehingga meski ada kelonggaran, tetap saja tidak bisa mendorong pertumbuhan KPR jika tanpa adanya daya beli masyarakat yang kuat.
“Saya memandang aturan tersebut dikeluarkan di saat yang kurang tepat, karena pada saat kondisi sedang seperti ini,” jelasnya.
Oleh sebab itu tambahnya, jika kondisi saat ini tidak mengalami perubahan sampai dengan tahun depan, maka aturan ini tidak akan ada pengaruhnya.
“Jadi saya tidak melihat peraturan yang baru ini akan mengubah keadaan,” pungkasnya.
Meskipun begitu lanjutnya tidak menutup kemungkinan bank Muamalat mengambil kesempatan jika ada peluang dari kebijakan LTV. Namun Endy berharap perekonomian Indonesia akan membaik tahun ini. (*)
@dwitya_putra14
Poin Penting BSDE membukukan prapenjualan Rp10,04 triliun pada 2025, tumbuh 3 persen yoy dan melampaui… Read More
Oleh Ignasius Jonan, Bankir Senior, Menteri Perhubungan 2014-2016, dan Menteri ESDM 2016-2019 TAHUN 2026 diawali… Read More
Poin Penting IHSG dibuka flat melemah di level 8.122,01 pada perdagangan Selasa (4/2), dengan nilai… Read More
Poin Penting Rupiah melemah tipis pada awal perdagangan Rabu (4/2/2026), dibuka di level Rp16.762 per… Read More
Poin Penting Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian melanjutkan tren penurunan pada Rabu (4/2/2026),… Read More
Poin Penting IHSG diprediksi bergerak variatif cenderung menguat dengan area support 7.715–7.920 dan resistance 8.325–8.530,… Read More