Banking Lifesytle

Bos Maybank Ungkap Alasan Membatasi Jumlah Peserta Maybank Marathon 2025

Gianyar – Animo Maybank Marathon selalu tinggi dari tahun ke tahun. Banyak calon peserta ingin mendaftar ke ajang lari bergengsi yang berlangsung di Bali ini. Namun, dengan pembatasan jumlah pelari, sebagian tidak kebagian slot untuk mengikuti event tersebut.

Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), Steffano Ridwan mengakui bahwa pihaknya memang membatasi jumlah peserta yang mengikuti maraton. Alasan utama di balik pembatasan ini adalah keamanan.

“Satu hal yang selalu kami jaga di Maybank Marathon ini adalah safety. Itu momor satu. Maybank Marathon ini adalah yang pertama, di Indonesia, untuk masuk ke kualifikasi gold marathon,” kata Stefanno pada acara Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon, Jumat, 22 Agustus 2025.

Baca juga: Lewat Program Ini, Maybank Indonesia Tegaskan Komitmen Wujudkan Masa Depan Bebas Karbon

Dengan membatasi jumlah peserta maraton, Steffano berharap para pelari bisa lebih leluasa saat berlari, atau bahkan memiliki peluang untuk menciptakan rekor baru. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pembatasan ini adalah menjaga keselamatan dan kualitas lomba.

“Itu menjadi purpose utama, di Maybank Marathon ini. Kalau kami tambahkan jumlah pesertanya, nanti safety-nya mungkin akan terganggu. Dan yang kedua, karena rute dan jalannya terbatas, untuk membuat new record-nya juga akan jadi sulit,” jelasnya.

Sekilas Maybank Marathon 2025

Sebagai informasi, Maybank Marathon telah digelar sejak 2012 dan konsisten diselenggarakan di Pulau Bali. Pada 2025, event ini akan diikuti lebih dari 13.500 pelari dari 52 negara.

Baca juga: Bali Kembali Gelar Maybank Marathon 2025, Diikuti 13.500 Pelari dari 52 Negara

Adapun kategori perlombaan mencakup Marathon (42,195 km), Half Marathon (21,0975 km), dan 10K, serta kategori khusus seperti wheelchair dan children sprint.

Tema tahun ini adalah “Pace the Future”, sebagai bagian dari komitmen Maybank Marathon terhadap masa depan yang lebih baik melalui inisiatif Jejak Hijau. Program ini bertujuan mencapai netral karbon pada 2030 dengan fokus pada pengurangan jejak karbon, pengelolaan sampah, dan keterlibatan sosial. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Yulian Saputra

Recent Posts

Demutualisasi Bursa dan Krisis Akuntabilitas Hukum

Oleh Firman Tendry Masengi, Advokat/Direktur Eksekutif RECHT Institute DEMUTUALISASI bursa efek kerap dipromosikan sebagai keniscayaan… Read More

1 hour ago

Jahja Setiaatmadja Borong 67.000 Saham BBCA, Rogoh Kocek Segini

Poin Penting Jahja Setiaatmadja tambah saham BBCA sebanyak 67.000 lembar secara tidak langsung dengan harga… Read More

2 hours ago

IHSG Kembali Dibuka Melemah 0,56 Persen ke Level 7.878

Poin Penting IHSG dibuka melemah 0,56 persen ke level 7.878,22 pada awal perdagangan (3/2), dengan… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Menguat di Level Rp16.763 per Dolar AS

Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,21 persen ke level Rp16.763 per dolar AS, dengan proyeksi… Read More

2 hours ago

IHSG Hari Ini Masih Rawan Terkoreksi, Cermati 4 Saham Rekomendasi Analis

Poin Penting Secara teknikal, IHSG berpotensi terkoreksi di area 7.835–7.680 sebelum membentuk wave (b), dengan… Read More

2 hours ago

Milad 5, BSI Gaungkan Langkah EMAS Generasi EMAS

Kampanye sekaligus sebagai sosialisasi positioning BSI sebagai bank emas pertama di Indonesia dan mengajak masyarakat… Read More

3 hours ago