Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), Steffano Ridwan. (Foto: M. Adrianto)
Gianyar – Animo Maybank Marathon selalu tinggi dari tahun ke tahun. Banyak calon peserta ingin mendaftar ke ajang lari bergengsi yang berlangsung di Bali ini. Namun, dengan pembatasan jumlah pelari, sebagian tidak kebagian slot untuk mengikuti event tersebut.
Presiden Direktur PT Maybank Indonesia Tbk (Maybank Indonesia), Steffano Ridwan mengakui bahwa pihaknya memang membatasi jumlah peserta yang mengikuti maraton. Alasan utama di balik pembatasan ini adalah keamanan.
“Satu hal yang selalu kami jaga di Maybank Marathon ini adalah safety. Itu momor satu. Maybank Marathon ini adalah yang pertama, di Indonesia, untuk masuk ke kualifikasi gold marathon,” kata Stefanno pada acara Jejak Hijau Desa Sanding: Menuju Masa Depan Netral-Karbon, Jumat, 22 Agustus 2025.
Baca juga: Lewat Program Ini, Maybank Indonesia Tegaskan Komitmen Wujudkan Masa Depan Bebas Karbon
Dengan membatasi jumlah peserta maraton, Steffano berharap para pelari bisa lebih leluasa saat berlari, atau bahkan memiliki peluang untuk menciptakan rekor baru. Ia menegaskan bahwa tujuan utama dari pembatasan ini adalah menjaga keselamatan dan kualitas lomba.
“Itu menjadi purpose utama, di Maybank Marathon ini. Kalau kami tambahkan jumlah pesertanya, nanti safety-nya mungkin akan terganggu. Dan yang kedua, karena rute dan jalannya terbatas, untuk membuat new record-nya juga akan jadi sulit,” jelasnya.
Sebagai informasi, Maybank Marathon telah digelar sejak 2012 dan konsisten diselenggarakan di Pulau Bali. Pada 2025, event ini akan diikuti lebih dari 13.500 pelari dari 52 negara.
Baca juga: Bali Kembali Gelar Maybank Marathon 2025, Diikuti 13.500 Pelari dari 52 Negara
Adapun kategori perlombaan mencakup Marathon (42,195 km), Half Marathon (21,0975 km), dan 10K, serta kategori khusus seperti wheelchair dan children sprint.
Tema tahun ini adalah “Pace the Future”, sebagai bagian dari komitmen Maybank Marathon terhadap masa depan yang lebih baik melalui inisiatif Jejak Hijau. Program ini bertujuan mencapai netral karbon pada 2030 dengan fokus pada pengurangan jejak karbon, pengelolaan sampah, dan keterlibatan sosial. (*) Mohammad Adrianto Sukarso
Oleh Eko B. Supriyanto, Pimpinan Redaksi Infobank Media Group EKONOMI politik perbankan Indonesia sedang sakit.… Read More
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More