Presiden Direktur Maybank Indonesia Steffano Ridwan (Foto: M.Ibrahim)
Poin Penting
Jakarta – Di tengah sinyal Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terkait potensi kenaikan 2–3 bank ke Kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 tahun ini, Maybank Indonesia memilih mengambil posisi realistis.
Langkah menuju bank jumbo tidak akan ditempuh secara tergesa-gesa, melainkan melalui perencanaan yang terukur dan berkelanjutan.
Presiden Direktur Maybank Indonesia, Steffano Ridwan, menyampaikan bahwa peluang untuk naik kelas ke KBMI 4 tetap terbuka. Namun demikian, target tersebut belum menjadi prioritas jangka pendek perseroan.
“Kita lihat. Kita selalu berusaha untuk tumbuh, dan tentunya apabila ada opportunity untuk naik ke KBMI 4, kenapa tidak?” ujarnya usai RUPS WOM Finance di Jakarta, Senin (30/3).
Baca juga: Maybank Terapkan Strategi “Dua Kaki” Garap Pembiayaan Otomotif
Meski demikian, ia mengingatkan bahwa status KBMI 4 bukan sekadar capaian angka modal inti, melainkan harus diiringi dengan arah bisnis yang jelas. Tanpa strategi yang matang, kenaikan kelas justru berpotensi tidak memberikan nilai tambah bagi bank.
“Tapi semua harus dilakukan dengan proses perencanaan yang matang, karena ke KBMI 4 kalau kita tidak tahu apa yang mau kita lakukan akan menjadi percuma juga,” tegasnya.
Menurutnya, saat ini Maybank masih fokus memperkuat fondasi bisnis di tengah kondisi industri yang penuh tantangan. Karena itu, target untuk naik kelas belum akan direalisasikan dalam waktu dekat.
Baca juga: OJK Beri Sinyal Ada 2-3 Bank Naik Kelas ke KBMI 4 Tahun Ini
“Targetnya bukan sekarang lah yang pasti. Karena situasi juga challenging dan sebagainya,” jelas Steffano.
Meski belum menjadi prioritas jangka pendek, ia membuka kemungkinan bahwa dalam beberapa tahun ke depan, langkah menuju KBMI 4 bisa saja direalisasikan seiring kesiapan bisnis dan kondisi pasar.
“Mungkin tambah waktu 2 sampai 3 tahun ke depan tidak menutup kemungkinan itu,” imbuhnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Sebanyak 93 persen anggaran BGN Rp268 triliun dialokasikan langsung untuk Program MBG. Porsi… Read More
Poin Penting Maybank Indonesia menerapkan strategi “dua kaki” dengan membagi pembiayaan otomotif ke dua entitas,… Read More
Poin Penting DPR mendorong mitigasi berlapis untuk menghadapi risiko krisis energi akibat konflik Timur Tengah.… Read More
Poin Penting Bank Neo Commerce (BNC) mencatat laba bersih Rp565,69 miliar pada 2025, melonjak 2.745… Read More
Poin Penting Inflasi Maret 2026 diperkirakan melandai ke 0,62 persen (mom), turun dari 0,68 persen… Read More
Poin Penting KPPU menggelar sidang perdana dugaan keterlambatan notifikasi akuisisi oleh PT Evans Indonesia dalam… Read More