Keuangan

Bos LPS Ungkap Peran Strategis Sektor Keuangan Jaga Warisan Budaya

Poin Penting

  • Sektor keuangan berperan strategis dalam pelestarian aset budaya melalui pembiayaan khusus budaya, asuransi risiko bangunan bersejarah, hingga insentif pajak
  • Pendekatan tangible dan intangible asset dapat dilakukan, mulai dari renovasi rumah adat, museum, kota tua, hingga pembiayaan
  • Praktik global menjadi referensi, seperti insentif pajak rehabilitasi bangunan bersejarah di AS (Historical Tax Credit), pembiayaan restorasi oleh lembaga keuangan, hingga inovasi pembiayaan berbasis royalti budaya

Jakarta – Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengungkapkan sektor keuangan dapat mengambil peran strategis untuk turut mendukung perawatan dan pemugaran bangunan, serta benda bersejarah.

“Jadi dari sisi tangible asset, maka bisa saja sektor keuangan itu membantu, yang merawat, memperbaiki bangunan benda bersejarah. Supaya dapat digunakan dan terus lestari, terjaga,” ujar Anggito dalam acara diskusi budaya yang diselenggarakan Infobank Media Group bertajuk Pembangunan Ekonomi Berbasis Seni dan Pelestarian Budaya di Jakarta, Kamis, 22 Januari 2026.

Anggito menjelaskan, peran tersebut dapat diwujudkan melalui pinjaman khusus budaya untuk renovasi atau perawatan bangunan, seperti rumah adat, museum, dan kawasan kota tua.

Baca juga: Fadli Zon Dorong Kebudayaan Jadi Mesin Pertumbuhan Ekonomi

Kemudian, lanjut Abimanyu, peran lain bisa dalam bentuk asuransi untuk melindungi situs/bengunan bersejarah dari risiko kebakaran, banjir, gempa, dan lain-lain.

Selain itu, kata Abimanyu, dapat berbentuk insentif pajak dan kerja sama pemerintah bersama swastauntuk membiayai perbaikan dan pengelolaan aset budaya.

“Bisa juga dalam bentuk intangible asset, pembiayaan, pendampingan, kapasitas building untuk UKM-UKM budaya,” tandasnya.

Abimanyu mengungkapkan saat ini LPS tengah membina pengrajin perak di Kotagede, Yogyakarta. Pihaknya membuat tujuh museum miniatur perak beserta manuskrip di dalamnya.

Ia pun memberi contoh negara yang telah menerapkan insentif pajak rehabilitasi bangunan bersejarah di Amerika Serikat (AS) melalui Historical Tax Credit (HTC) atau kredit pajak penghasilan 20 persen untuk rehabilitasi bangunan bersejarah oleh pemerintah federal.

Adapun J.P. Morgan masuk sebagai penyedia pembiayaan/ekuitas HTC untuk restorasi properti bersejarah, di mana pemerintah federal setiap tahun menyetujui sekitar 1.200 proyek, yang secara agregat nilainya mencapai USD6 miliar per tahun.

Baca juga: Peran Baru LPS dalam Revisi UU P2SK

“Itu ada suatu bangunan, pabrik bir yang diubah menjadi apartemen, kemudian dia berubah menjadi tempat untuk penyelenggaraan budaya. Nah, konversi itu dia diberikan insentif karena merehab bangunan-bangunan bersejarah,” ungkapnya.

Kemudian, terdapat obligasi berbasis royalti musik, yaitu Bowie Bonds. Di mana, penyanyi David Bowie ‘menukar’ royalti lagu yang akan diterima di masa depan menjadi uang tunai dengan nilai penerbitan USD55 juta dan imbal hasil 7,9 persen dengan tenor jatuh tempo 10 tahun. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

ASLC Kantongi Pendapatan Rp1 Triliun di 2025, Tumbuh 14,5 Persen

Jakarta - PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mengantongi pendapatan Rp1 triliun di sepanjang 2025… Read More

14 hours ago

Emiten Prajogo Pangestu (BREN) Bukukan Pendapatan USD605 Juta Sepanjang 2025

Poin Penting BREN mencatat pendapatan USD605 juta pada 2025, naik 1,4 persen yoy, ditopang kinerja… Read More

20 hours ago

Begini Jurus Maybank Indonesia Pacu Bisnis SME

Poin Penting Maybank Indonesia memperkuat pembiayaan SME dengan strategi Shariah First, menjadikan segmen syariah sebagai… Read More

20 hours ago

Waspada! OJK Ingat Risiko Pertukaran Data RI-AS

Poin Penting OJK menegaskan kebijakan pemrosesan data lintas batas dalam perjanjian dagang RI–AS harus tetap… Read More

2 days ago

Menhub Dudy Imbau Pemudik Hindari Puncak Arus Balik Lebaran 2026

Poin Penting Puncak arus balik Lebaran 2026 diprediksi terjadi pada 24, 28, dan 29 Maret,… Read More

2 days ago

PLN Siapkan SPKLU Center di Sepanjang Trans Jawa dan Titik Strategis

Poin Penting PLN siagakan SPKLU untuk mudik Lebaran 2026: Infrastruktur pengisian kendaraan listrik diperkuat, termasuk… Read More

2 days ago