News Update

Bos Lippo Minta Maaf, Meikarta Tetap Jualan

Jakarta–Chairman Lippo Group, James T Riady akhirnya menyatakan permintaan maafnya ke berbagai pihak terkait belum kelarnya urusan perizinan megaproyek “kota baru” Meikarta.

Hal ini sebagai jawaban, atas banyaknya kritik seiring gencarnya aksi marketing (pemasaran) Meikarta yang dilakukan perusahaan, padahal persoalan izin belum rampung.

“Mohon maaf kalau ada kekurangan-kekurangan, pasti semuanya akan dilengkapi. Tapi fokusnya seharusnya adalah bagaimana memikirkan 11 juta defisit perumahan di depan kita,” kata James di Jakarta, Senin, 11 September 2017.

Terkait dengan aktivitas pemasaran Meikartah, Ombudsman Republik Indonesia (ORI) sempat memanggil pihak Lippo Group selaku pengembang megaproyek senilai Rp278 triliun. Bahkan sampai dua kali. Namun pada panggilan pertama Agustus lalu, pihak Meikarta mangkir. Barulah pada pemangilan kedua (8/9) pihak Meikarta hadir memberikan penjelasan.

Baca juga: Proyek Meikarta, Siap Huni atau Siap Mangkrak?

Dalam pertemuan itu, Lippo sendiri mengaku telah mengajukan analisis mengenai dampak lingkungan (amdal) pada Mei 2017 kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi sebagai pertimbangan untuk penerbitan izin mendirikan bangunan (IMB). Namun, saat proses kajian hampir selesai, tiba-tiba Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat merekomendasikan untuk menghentikan kajian atas dasar Peraturan Daerah (Perda) Nomor 12 Tahun 2014.

Namun demikian pihak Lippo masih getol melakukan pemasaran hunian vertikal yang digadang-gadang dapat menjadi motor baru perekonomian Indonesia itu. Ombudsman sendiri menilai iklan-iklan Meikarta bersifat bombastis. Komisioner Ombudsman Alamsyah Saragih mengatakan, pihaknya menekankan kepada pihak Meikarta untuk tidak lagi melakukan kegiatan promosi dengan memungut booking fee atau uang pemesanan, sampai masalah perizinan kelar. “Dan mereka berjanji akan melakukan evaluasi,” ujar Alamsyah saat dihubungi beberapa waktu lalu. (Bersambung ke halaman berikutnya)

Page: 1 2

Dwitya Putra

Recent Posts

OJK Tunjuk Bank Kalsel Jadi Bank Devisa, Potensi Transaksi Rp400 Triliun

Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More

14 hours ago

Riset Kampus Didorong Jadi Mesin Industri, Prabowo Siapkan Dana Rp4 Triliun

Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More

14 hours ago

Peluncuran Produk Asuransi Heritage+

PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More

14 hours ago

DPR Desak OJK Bertindak Cepat Cegah Korban Baru di Kasus DSI

Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More

14 hours ago

Penyerahan Sertifikat Greenship Gold Gedung UOB Plaza

UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More

18 hours ago

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

21 hours ago