Perbankan

Bos KB Bank Blak-blakan Rencana Besar Usai Rebranding

Jakarta – Bank KB Bukopin resmi melakukan rebranding perusahaan menjadi KB Bank pada Minggu, 3 Maret 2024. Adapun acara seremonial yang dilangsungkan pada Senin, 4 Maret 2023.

Direktur Utama KB Bank, Woo Yeul Lee mengatakan rebranding ini bukan hanya sekadar mengubah nama maupun logo perusahaan, namun juga bukti bahwa KB Bank siap untuk bertransformasi dan siap memberikan layanan terbaik bagi nasabah.

Tom, sapaan akrab Woo Yeul Lee, juga membeberkan sejumlah rencana besar yang akan dilaksanakan perusahaan usai rebranding ini. Tom berujar bahwa salah satu rencana yang dimaksud, yaitu mendukung pertumbuhan dan perkembangan ekonomi Tanah Air.

Baca juga: Perkuat Branding Korea Best, Bank KB Bukopin Ganti Nama dan Logo Jadi KB Bank

“Kita semua tahu bahwa Indonesia memiliki masa depan yang cukup baik dan akan terus berkembang, serta memiliki kekuatan nantinya. Kami dari KB Bank ingin mendampingi pertumbuhan tersebut,” terang Tom, Senin, 4 Maret 2024.

Konkretnya, KB Bank akan ikut berperan dalam menyalurkan pembiayaan ke sejumlah sektor. Salah satu prospek yang menurut Tom memiliki potensi besar adalah produksi mobil listrik atau electric vehicle (EV).

“Saya melihat bahwa Indonesia akan menjadi negara pemimpin dalam produksi electric vehicle. Bukan hanya penyediaan mobil atau kendaraan roda empat, tetapi juga untuk digunakan sebagai kendaraan umum atau kendaraan lainnya. Dibantu dengan subsidi pemerintah, maka pertumbuhannya akan semakin cepat,” ungkapnya.

Selanjutnya, KB Bank berencana untuk memperkuat sistem layanan digital. Tom berujar, meskipun perbankan digital di Indonesia sudah maju, masih banyak penduduk yang belum terjamah oleh sistem ini. Pihaknya ingin membantu dalam digitalisasi masyarakat agar bisa bertransaksi secara digital.

“Salah satu misi kami adalah menarik masyarakat yang belum terbuka dengan transaksi perbankan, melalui digital banking yang kami miliki, untuk bisa mulai transaksi perbankan,” lanjutnya.

KB Bank juga ingin berkontribusi terhadap pembiayaan di sektor kesehatan, yang masih menjadi sorotan. Tom ingin KB Bank bersama-sama dengan pihak lain memajukan industri kesehatan Tanah Air.

Lalu, Tom melihat industri agrikultur di Indonesia yang masih tumbuh dan berpotensi menjadi sektor strategis bagi negara ini. Dengan demikian, KB Bank juga ingin turut serta dalam mengembangkan agrikultur di Indonesia.

“Kami berharap agar industri agrikultur ini terus berkembang, sehingga bisa ditopang dengan digitalisasi, dan bisa membentuk ekosistem yang lebih besar untuk meningkatkan penghasilan pihak-pihak yang terlibat di industri agrikultur itu sendiri,” terang Tom.

Baca juga: Ingin Jadi Nomor Wahid, Bank KB Bukopin Agresif Ekspansi Bisnis dan Investasi Teknologi

Tom berharap agar mereka juga mampu melanjutkan kerja sama dalam pembiayaan infrastruktur. KB Bank sendiri, tutur Tom, sudah pernah bekerja sama di sektor ini, seperti kerja sama dalam pembangunan infratsruktur air minum bersama Perusahaan Air Minum (PAM).

Dan terakhir, KB Bank juga akan terus merencanakan pembangunan berkelanjutan. Dengan sejumlah rencana yang ia jelaskan, rebranding ini menjadi harapan bagi pihak KB Bank agar mereka bisa tumbuh bersama masyarakat Indonesia.

“Saya berjanji bahwa KB Bank akan tumbuh dan berkembang bersama masyarakat Indonesia,” tutupnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Berkecimpung di industri media sejak 2014. Saat ini di infobanknews.com bertugas menulis dan menyunting artikel yang berkaitan dengan isu ekonomi, perbankan, pasar modal hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Penyelundupan BBM Subsidi Marak, DPR Desak Pengawasan Diperketat

Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More

4 hours ago

Grab Luncurkan 13 Fitur Baru Berbasis AI, Apa Saja?

Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More

4 hours ago

Indonesia SIPF Siapkan Consultation Paper, Ini Tujuannya

Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More

4 hours ago

BI Sinyalkan Ruang Penurunan BI Rate Kian Sempit, Dampak Konflik Timur Tengah

Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More

4 hours ago

Lo Kheng Hong Borong Saham Intiland dan Gajah Tunggal, Ini Profilnya

Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More

4 hours ago

IHSG Ditutup Melesat 4,42 Persen ke Level 7.279, BRPT hingga PTRO jadi Top Gainers

Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More

4 hours ago