Jakarta – Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, memberikan wejangan terkait industri asuransi Tanah Air dalam pidato ulang tahun 40th PT Perta Life Insurance (PertaLife) di Jakarta, Rabu, 2 Juli 2025.
Di tengah pencapaian kinerja keuangan yang melesat, Eko menegaskan bahwa industri asuransi nasional justru sedang berada dalam fase yang mengkhawatirkan.
“Industri asuransi hari ini tidak baik-baik saja. Banyak perusahaan asuransi besar yang kelihatannya kuat, sekarang mulai goyah, terutama karena tekanan di asuransi kesehatan,” kata Eko dalam sambutannya.
Baca juga: PertaLife Manfaatkan Momen Akhir Tahun untuk Genjot Premi, Segini Targetnya
Eko menyinggung secara khusus bahaya overclaim dan overtreatment menjadi peringatan keras bagi pelaku industri lainnya.
“Asuransi kesehatan itu ladang ranjau. Rumah sakit, dokter, laboratorium, sampai obat, semuanya bisa jadi titik bocor. Yang harusnya satu hari rawat inap, bisa jadi tiga. Yang harusnya periksa mata, malah diperiksa semua,” tegasnya.
Eko juga mengapresiasi lonjakan kinerja PertaLife. Raihan laba naik lebih dari 1.000 persen dalam lima tahun, premi tumbuh 110 persen, market share meningkat 180 persen, dan ekuitas melejit 270 persen. Bahkan, risk-based capital (RBC) PertaLife kini berada di atas 300 persen, dari sebelumnya di bawah 120 persen.
“Ini prestasi luar biasa. Tapi justru karena sedang tinggi-tingginya, PertaLife harus hati-hati. Banyak yang jatuh bukan karena krisis, tapi karena lupa berhitung saat di puncak,” ujarnya mengingatkan.
Baca juga: Industri Asuransi Struggle, Akankah OJK Memperpanjang Deadline Permodalan?
Ia juga menyinggung risiko ke depan yang makin kompleks, mulai dari tekanan regulasi seperti PSAK 74 hingga tantangan digitalisasi.
Eko mendorong seluruh pelaku industri asuransi untuk melakukan transformasi besar-besaran. Bukan hanya menjual polis, tetapi solusi nyata.
“Asuransi bukan hanya sekadar menjual polis tetapi asuransi harus menjual solusi,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting IHSG turun 3,05% pada penutupan perdagangan 13 Maret 2026 ke level 7.137,21, diikuti… Read More
Poin Penting Banyak orang Indonesia gagal menabung karena pola keuangan yang keliru: penghasilan naik, pengeluaran… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% pada periode 9-13 Maret 2026 ke level 7.137,21, sementara kapitalisasi… Read More
Poin Penting IHSG melemah 5,91% selama pekan 9–13 Maret 2026 dan ditutup di level 7.137,21.… Read More
Poin Penting LPS mulai membayar klaim simpanan nasabah BPR Koperindo sebesar Rp14,19 miliar pada tahap… Read More
Poin Penting YLKI menilai pembentukan Satgas Ramadan dan Idulfitri oleh Pertamina sebagai langkah positif untuk… Read More