Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto, dalam acara Seminar "When Security Becomes the Greatest Risk in Financial Industry" yang digelar Infobank Media Group bersama FDS PAC Group dan APEI, di JS Luwansa Hotel, Kuningan, Jakarta, Kamis, 20 November 2025. (Foto: M. Zulfikar)
Poin Penting
Jakarta – Chairman Infobank Media Group, Eko B. Supriyanto menyoroti kekhawatiran industri keuangan terkait dengan risiko siber yang makin mengerikan di tengah era digitalisasi yang terus berkembang.
Menurut Eko B. Supriyanto, dalam memitigasi risiko siber diperlukan sinergi lintas sektor keuangan, seperti perbankan, asuransi, multifinance, hingga pasar modal dalam memitigasi risiko siber.
Berangkat dari hal tersebut, Infobank Digital yang merupakan bagian dari Infobank Media Group menggelar acara bertajuk ‘When Security Becomes The Greatest Risk In Financial Industry’ di Jakarta, 20 November 2025.
Baca juga: Jadi Sasaran Utama Serangan Siber, BEI dan Anggota SRO Lakukan Jurus Ini
“Kami menghadirkan pembicara bagaimana memitigasi risiko, bagaimana persoalan ini bisa kita laksanakan. Tidak bisa saling menyalahkan,” ucap Eko B. Supriyanto dalam sambutannya.
Dia melanjutkan, dalam riset yang dilakukan oleh Infobank tecatat bahwa kerugian akibat risiko siber secara nominal telah mencapai Rp6 triliun pada 2024.
“Kami dua hari ini juga membuat suatu research mengenai cyber risk. Secara kasar, secara nominal, tahun 2024, paling tidak sudah Rp6 triliun, itu sudah kabur, pergi diambil oleh tuyul digital,” jelasnya.
“Nah mari kita jaga sama-sama rumah kita agar kita bisa membangun industri keuangan sehingga financial depending di ekonomi makro bisa lebih dalam, sehingga jauh dari pada guncangan krisis,” tambahnya.
Baca juga: Kolaborasi Industri Jadi Kunci Hadapi Ancaman Siber, Ini Kata BI
Sebagai informasi, seminar tersebut dihadiri Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Inarno Djajadi dan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI), Iman Rachman.
Selain itu, hadir juga Direktur Information Technology PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), Toto Prasetio, hingga Direktur PT BRI Danareksa Sekuritas, Fifi Virgantria. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More